
Solok Selatan usulkan normalisasi empat sungai sebesar Rp768 miliar

Padang Aro, (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Solok Selatan, Sumatera Barat mengusulkan normalisasi empat sungai besar ke Direktorat Jenderal Sumber Daya Air Kementrian PUPR dengan nilai sebesar Rp768 miliar.
Kepala Bidang Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA) Dinas Pekerjaan Umum Tata Ruang dan Pertanahan Solok Selatan, Mutia Farina di Padang Aro, Senin, mengatakan, empat sungai yang diusulkan untuk normalisasi yaitu Batang Bangko, Batang Suliti, Batang Sangir dan Batang Liki dengan nilai mencapai Rp768 miliar.
"Normalisasi empat sungai besar di Solok Selatan ini untuk menanggulangi banjir dan setiap sungai nilai usulannya berbeda," katanya.
Dia menyebutkan, di Batang Suliti usulannya untuk pembangunan tanggul banjir dan sodetan sebesar Rp270 miliar.
Selanjutnya pengendalian banjir dan perkuatan tebing batang Liki Rp39 miliar, pengendalian banjir dan perkuatan tebing batang sangir Rp150 miliar serta pengendalian banjir dan sedimen batang bangko Rp309 miliar.
"Kami difasilitasi oleh Balai Sungai wilayah V Sumatera untuk mengusulkan proposal ke Kementerian PUPR dan hari ini proppsalnya akan diberikan kepada pihak Balai untuk diteruskan ke pusat," ujarnya.
Dia menyebutkan, dalam usulan harus ada surat pernyataan dari Bupati Solok Selatan bahwa tanah yang akan dipakai sudah dibebaskan.
Untuk saat ini katanya, Batang Bangko dan Batang Suliti proses pembebasan tanahnya sudah selesai sedangkan Batang Liki serta Batang Sangir masih proses.
"Kami akan memprioritaskan tanah yang sudah bebas dulu sehingga prosesnya tidak terhambat," ujarnya.
Setelah proposal dimasukkan katanya, biasanya pihak Kementerian akan melakukan verifikasi ke lapangan untuk melihat langsung kondisinya.
"Lokasi yang kami usulkan sudah pernah di cek lapangan oleh balai sungai wilayah V," katanya.
Aliran Batang Suliti dalam rentang satu minggu ini sudah tiga kali meluap dan merendam Jorong Kampung Tarandam serta memutuskan jembatan Sungai Pangkua.
Sedangkan Batang Liki pada Jumat malam juga meluap dan merendam rumah warga serta memutus satu jembatan dan airnya sempat menutup akses Padang-Kerinci karena membawa batu kejalan Nasional.
Sedangkan Batang Bangko juga meluap pada Jumat malam dan menggenangi rumah warga serta Polsek Sungai Pagu. (*)
Pewarta: Erik Ifansyah Akbar
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
