Langit-langit mulut siswa SD di Pariaman tertusuk tangkai bendera untuk meriahkan TdS

id Tds 2019,Serba serbi tds,Etape tds,berita TDS 2019,mulut siswa sd pariaman tertusuk tangkai bendera,berita pariaman,berita sumbar,sumbar terkini

Langit-langit mulut siswa SD di Pariaman tertusuk tangkai bendera untuk meriahkan TdS

Nenek siswa yang langit-langit mulutnya tertusuk tangkai bendara kecil yang terbuat dari bambu Meisa Putri Wanda, Yarni (60) di rumahnya di Desa Ampalu, Kecamatan Pariaman Timur, Kota Pariaman, Sumbar. (ANTARA/Aadiaat MS)

Pariaman, (ANTARA) - Langit-langit mulut seorang siswa sekolah dasar (SD) 08 Kota Pariaman, Sumatera Barat Meisa Putri Wanda (9) tertusuk tangkai bendera kecil yang terbuat dari bambu yang rencananya digunakan untuk memeriahkan Tour de Singkarak (TdS) etape V ketika melintasi daerah itu.

"Peristiwa itu terjadi siang kemarin saat Meisa pulang sekolah," kata nenek Meisa, Yarni (60) di Pariaman, Rabu.

Ia mengatakan kemarin pihak sekolah meminta siswa untuk memeriahkan TdS dengan mengibarkan bendara kecil saat pembalap sepeda melintas.

Kebetulan, lanjutnya saat itu ada pedagang yang menjual bendara kecil ke sekolah dan dijual dengan harga Rp3 ribu per unit.

"Guru pun menyuruh siswa untuk membelinya dan meminta siswa menyimpan bendera itu di dalam tas dan tidak digunakan untuk bermain" katanya.

Namun, lanjutnya Maisa memainkan bendara itu saat pulang dengan cara menggigit ujung tangkainya sambil berjalan pulang ke rumah.

"Sayangnya saat berjalan Maisa tersandung dan terjatuh sehingga tangkai bendera itu menusuk langit-langit mulutnya," ujarnya.

Karena peristiwa tersebut siswa SD itu harus dibawa ke Rumah Sakit Umum Pusat Dr. M. Djamil Padang untuk mendapatkan penanganan medis.

"Yang kami khawatirkan kondisinya dan biaya operasinya," kata dia.

Ia menyampaikan Meisa merupakan seorang yatim dan tidak terdaftar sebagai peserta BPJS Kesehatan.

"Selama ini biaya hidup Meisa ditanggung ayah tirinya yang hanya seorang nelayan," tambahnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Pendidikan Sekolah Dasar Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kota Pariaman Yurnal mengaku tidak mengetahui adanya peristiwa tersebut.

"Kami memang meminta pihak sekolah untuk menyemarakkan TdS dengan mengibarkan bendera kecil, tapi tangkainya terbuat dari pipet bukan berbahan bambu atau sejenisnya yang membahayakan," kata dia.

Peristiwa tersebut pun menjadi perbincangan warga yang menonton TdS saat pebalap melintas di Kota Pariaman.

Pewarta :
Editor: Joko Nugroho
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar