Padang, (ANTARA) - Pemerintah Kota Padang membahas pengelolaan pariwisata berbasis pengurangan risiko bencana lewat Seminar Pariwisata dan Pengurangan Risiko Bencana dalam wadah Indonesian Indian Ocean Local Government Forum (IIOLGF)
"Daerah sepanjang pesisir Samudra Hindia memiliki potensi pariwisata yang besar pada sisi lain juga memiliki kerawanan tinggi terhadap bencana gempa dan tsunami sehingga perlu dilakukan kajian, kata Wali Kota Padang Mahyeldi di Padang, Kamis saat membuka “The 5th Seminar on Tourisme Based Disaster Risk Reduction (DRR) Linking the Sustainable Development Goals (SDGs) Sendai Framework 2030.
Menurut dia kesamaan karakteristik geografis daerah di pesisir Samudra Hindia mengharuskan para pihak saling bekerja sama khususnya dalam pengelolaan pariwisata berbasis pengurangan risiko bencana.
Ia berharap melalui seminar ini saling berbagi pengalaman untuk menguatkan dalam menghadapi ancaman bencana, terutama di kawasan pantai dan pulau yang dikembangkan sebagai objek wisata.
Sementara Direktur Perbaikan Darurat BNPB Medi Herlianto mengatakan salah satu upaya efektif untuk pengurangan risiko bencana adalah menjaga vegetasi di sekitar pantai.
Hal itu sudah dibuktikan dari berbagai kejadian tsunami di Indonesia, bangunan yang terlindung hutan tidak mengalami kerusakan berarti, kata dia.
Oleh sebab itu ia menyarankan memperbanyak vegetasi, mulai menanam dari sekarang, walaupun empat atau lima tahun mendatang baru tumbuh besar, namun upaya itu harus dilakukan sekarang.
Dia juga minta pemerintah daerah berupaya untuk terus memberikan pemahaman kepada masyarakat dan pengunjung daerah wisata terkait kesiap siagaan bencana.
“Pemerintah daerah hendaknya terus memberikan pemahaman bagi wisatawan dan masyarakat agar mengetahui langkah-langkah evakuasi dan mitigasi bila terjadi bencana, khususnya tsunami,” kata dia.
Dalam seminar yang dilaksanakan Bagian Kerja sama Sekretariat Kota Padang menghadirkan narasumber dalam dan luar negeri.
Narasumber terdiri dari atas Direktur Perbaikan Darurat BNPB Medi Herlianto, Kementerian Pariwisata RI Herry Rachmat Widjaya, Seoul Metropolitan Government Im Chang Soo, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Padang Arfian dan lainnya. (*)
