Pemkot Pariaman minta warga rekam video pangkalan gas elpiji nakal

id pertamina,gas bersubsidi,langka,gas,elpiji

Pemkot Pariaman minta warga rekam video pangkalan gas elpiji nakal

Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Kota Pariaman Gusniyetti Zaunit. (ANTARA /Aadiaat M. S. )

Pariaman, (ANTARA) - Pemerintah Kota (Pemkot) Pariaman, Sumatera Barat meminta warga untuk merekam video pangkalan elpiji nakal sebagai bukti bagi pihaknya untuk mencabut izin usaha menjual bahan bakar bersubsidi di daerah itu.

"Informasi yang beredar terkait pangkalan elpiji nakal ini banyak namun sulit membuktikannya," kataKepala Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Kota Pariaman Gusniyetti Zaunit di Pariaman, Sabtu.

Informasi yang beredar tersebut yaitu oknum pemilik pangkalan elpiji hanya bersedia menjualbahan bakar bersubsidi itu kepada warga ketika truk pembawa elpiji dari agen datang.

Namun tidak bersedia lagi menjual elpiji ketika truk pembawa bahan bakar itu pergi bahkan ada yang menutup pintu dengan alasan elpiji sudah habis.

Alasan pemilik pangkalan tersebut karena banyaknya warga yang membeli elpiji ketika truk pembawa bahan bakar bersubsidi itu datang.

Namun, lanjutnya sering ditemukan di sejumlah toko sebagai pengecer di daerah itu menjual elpiji tapi dengan harga sekitar Rp27 ribu per tabung.

"Toko boleh menjual sebagai perpanjangan dari pendistribusian elpiji tapi ada aturannya," katanya.

Ia menyampaikan aturan tersebut yaitu pemilik toko mendapatkan elpiji sisa warga membeli di pangkalan terdekat sehari sebelum pengiriman bahan bakar bersubsidi berikutnya.

"Misalnya, pengiriman elpiji dari agen dalam seminggu ada dua kali yaitu Selasa dan Sabtu, pangkalan boleh menjual ke pengecer pada hari Senin dan Jumat," ujarnya.

Ia menegaskan jika pangkalan terbukti menjual elpiji sebelum waktu yang ditentukan kepada pengecer maka pihaknya akan mencabut izin usahanya.

Ia menyampaikan pihaknya kesulitan membuktikan informasi tersebut karena selama ini data dari agen dan pangkalan selalu sama.

Ia menyebutkan saat ini jumlah agen elpiji di daerah itu berjumlah dua unit dengan 57 tujuh pangkalan yang tersebar di seluruh wilayah Kota Pariaman.

Pewarta :
Editor: Mario Sofia Nasution
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar