Kadis LHPRKP sebut asap di Pasaman masih di bawah ambang batas, meski kian pekat

id kabut asap, pasaman, sumatera barat, kabut adap riau, info padang, sumbar, kebakaran hutan

Kondisi udara di wilayah Kabupaten Pasaman, pada sore hari tampak diselimuti kabut asap tebal. (Ist)

Lubuksikaping (ANTARA) - Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang masih terjadi disejumlah kabupaten/kota di Provinsi Riau, membuat kualitas udara di Kabupaten Pasaman kian memburuk. Sejak pagi hingga sore hari kabut asap pekat terus menyelimuti wilayah ini.

Namun, Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (LHPRKP) Kabupaten Pasaman, Rosben Aguswar menyatakan, bahwa kualitas udara di daerah itu masih aman, meski sudah disungkup kabut asap tebal dan pekat.

"Informasi dari Kadis LH Provinsi Sumbar, memang asap sudah tebal beberapa hari terakhir tapi masih di bawah ambang batas," kata Rosben saat dihubungi, Jumat malam.

Ia mengatakan, asap yang ada di wilayah itu merupakan kiriman akibat kebakaran hutan dan lahan di wilayah Riau. Rosben pun memastikan bahwa wilayah Pasaman terbebas dari karhutla.

"Asap pekat yang melanda wilayah Pasaman imbas kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) disejumlah wilayah di Riau," katanya.

Terkait imbauan kepada masyarakat, lanjutnya, harus melihat dulu keadaan di luar rumah. Jika berasap tebal dia menilai sudah suatu keharusan bagi masyarakat untuk mengenakan masker.

"Baiknya pakai pakai masker untuk jaga kesehatan. Ini upaya antisipasi agar terhindar dari infeksi saluran pernafasan akut," ujarnya.

Ia mengatakan, Pasaman tidak memiliki alat pengukur Indeks Kualitas Pencemaran Udara (ISPU). Meski demikian, pihaknya selalu berkoordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Sumbar.

Warga Panti, Nasir mengatakan, kondisi cuaca yang mendung saat ini bukan karena mau hujan melainkan tebalnya asap dari kebakaran hutan dan lahan disebagian wilayah Riau.

"Dari kemarin mendung-mendung tapi tidak hujan. Kalau begini bukan mendung, ini kabut. Lihatlah bukit disana, hijau sudah tampak putih," ujarnya.

Pantauan sumbar.antaranews.com pagi dan sore hari kondisi udara di Kabupaten Pasaman terlihat pekat. Terlebih jika siang menjelang sore hari kondisi udara berwarna kekuningan dan membuat nafas sesak. Apalagi saat mengendarai kenderaan bermotor.
Pewarta :
Editor: Siri Antoni
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar