48 Nagari di Pasaman gelar pemilihan wali serentak

id Nagari,Pemilihan,Pasaman

Bupati Pasaman, Yusuf Lubis saat menghadiri acara di Padanggelugur (Ist)

Lubuksikaping (ANTARA) - Pesta demokrasi ditingkat nagari (desa) di Kabupaten Pasaman akan segera bergulir tidak lama lagi sebanyak 48 kenagarian.

Adapun ke-48 nagari itu terdiri atas, 23 nagari induk dan 25 nagari persiapan (belum defenitif).

Tersebar di Kecamatan Lubuksikaping, Tigonagari, Bonjol, Simpati, Mapattunggul Selatan, Mapattunggul, Duokoto, Rao Selatan, Rao serta Rao Utara.

Sesuai jadwal, pelaksanaan Pilwana serentak ini akan bergulir pada pertengahan Maret 2020 nanti, kata Bupati Pasaman, Yusuf Lubis di Lubuksikaping, Rabu.

Ia mengatakan, bahwa pelaksanaan Pilwana serentak pada Maret 2020 nanti sudah sesuai dengan jadwal dan perencanaan yang ditetapkan.

"Pilwana serentak di 23 Nagari dari total 37 nagari induk dan ditambah 25 Nagari persiapan pada Maret, tahun depan," katanya.

Namun, pihaknya belum menentukan tanggal pasti kapan Pilwana itu digelar. Menurutnya, penetapan waktu yang pas dan tepat sangat penting guna meningkatkan partisipasi masyarakat dalam memberikan hak pilihnya nanti.

"Kapan waktunya sedang kita bahas. dengan pemerintah kecamatan, pemerintah nagari dan bamus," katanya.

Khusus penyelenggaraan Pilwana di nagari persiapan, Pemkab Pasaman hingga kini masih menunggu diterbitkannya register sebagai nagari defenitif dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).

"Saat ini kita masih menunggu pengesahan sebagai nagari defenitif. Ke-25 nagari persiapan ini, kita usahakan bisa menjadi nagari defenitif sebelum akhir tahun 2019," katanya.

Pemilihan wali nagari serentak yang akan dilaksanakan nanti, merupakan salah satu agenda besar Pemkab Pasaman yang harus menjadi tangung jawab semua pihak untuk menyukseskannya.

"Meski pemerintah terkecil, tapi keberadaan nagari sangat vital, dan sangat dekat dengan kehidupan bermasyarakat. Jadi ini tugas kita semua untuk menyukseskan. Ini adalah agenda besar kita," ujarnya.
Pewarta :
Editor: Siri Antoni
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar