DBD jangkiti 33 warga Payakumbuh

id DBD,Payakumbuh

Sekretaris Dinas Kesehatan Desmon Korina dan staff Pengelola Program P2M Dinkes Kota Payakumbuh, Roza Novrida. (ANTARA SUMBAR/Syafri Ario)

Payakumbuh (ANTARA) - Jumlah warga Payakumbuh yang terjangkit Demam Berdarah (DBD) di Kota Payakumbuh sampai dengan Juni 2019 sudah mencapai 33 orang.

"Dari segi jumlah kasus memang diprediksi ada peningkatan karena ini baru setengah tahun dan jumlahnya sudah mendekati jumlah total kasus DBD tahun lalu," kata Staff Pengelola Program P2M Dinkes Kota Payakumbuh, Roza Novrida, di Payakumbuh, Senin.

Ia menyebutkan sepanjang 2018, kasus DBD di Payakumbuh adalah sebanyak 37.

Rincian temuan kasus DBD sepanjang 2019 berdasarkan bulan adalah, Januari ditemukan 6 kasus, pada Februari 9 kasus, Maret 4 kasus, April 1 kasus, Mei 6, dan Juni 7 kasus.

Roza mengungkapkan salah satu daerah yang angka kasus DBD cukup tinggi dalam satu bulan terakhir adalah Kelurahan Ompang Tanah Sirah, Kecamatan Payakumbuh Utara.

"Karena di kelurahan itu cukup banyak, kami sudah lakukan fogging (pengasapan), total kasus DBD di Ompang Tanah Sirah bulan lalu berjumlah empat kasus," terangnya.

Terkait pelaksaan fogging tersebut, Sekretaris Dinas Kesehatan Desmon Korina menerangkan, ada Standar Operasional Prosedur (SOP) yang harus dijalankan terlebih dahulu.

"Pertama kita pastikan dulu ada positif DBD di salah satu wilayah. Kemudian dilakukan survey, kalau positif ada jentik nyamuk nanti baru dilakukan. Fogging ini hanya untuk membunuh nyambuh dewasa, karena itu fogging harus dilakukan minimal sebanyak dua kali," jelasnya.

Agar tak terjadi peningkatan penyakit DBD ia mengimbau warga Kota Payakumbuh untuk menjalankan pola hidup bersih dan melakukan pemberantasan sarang nyamuk.

"Dengan pola hidup bersih, resiko terjangkit DBD akan bisa dikurangi," ujarnya.
Pewarta :
Editor: Joko Nugroho
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar