Sepanjang 2019, ditemukan enam kasus DBD di Payakumbuh

id DBD,payakumbuh

Kantor Dinas Kesehatan Kota Payakumbuh (sumbar.antaranews.com/Syafri Ario)

Payakumbuh, (Antara) - Dinas Kesehatan Kota Payakumbuh, Sumatera Barat, menemukan sebanyak enam kasus demam berdarah (DBD) di daerah sepanjang 2019.

Kendati demikian, kata Kepala Dinas Kesehatan Kota Payakumbuh, Elzadaswarman, Jumat,sejauh ini kasus DBD di Payakumbuh belum menyebabkan korban meninggal.

"Perubahan cuaca dalam beberapa waktu terakhir menjadi sebagai salah satu penyebabnya," ujarnya.

Dinkes Kota Payakumbuh mengimbau warga untuk tetap menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) dalam mencegah berjangkitnya penyakit DBD.

“Kami imbau warga untuk melakukan pemberantasan sarang nyamuk terutama di tempat-tempat nyamuk air bersih karena nyamuk DBD ini hidup di sumber air bersih,” kata Kadis.

Ia meminta masyarakat juga memperhatikan gejala-gejala DBD, seperti demam tinggi mendadak, nyeri kepada otot, saking kepala parah dan sakit pada bagian belakang mata.

“Kalau memang sudah ada gejala tersebut segera datang ke kantor pelayanan kesehatan setempat, jangan ditunggu sampai parah dulu,” imbaunya.

Ia menyebut untuk fogging dilakukan ketika kasus DBD sudah termasuk kategori luar biasa dengan penderita yang cukup banyak.

“Untuk saat ini kita belum perlu melakukan fogging untuk membunuh jentik-jentik nyamuk karena belum terlalu parah,” terangnya.

Kasus DBD sendiri memang sering terjadi ketika memasuki musim hujan, seperti yang terjadi dalam beberapa waktu belakangan.

"Agar kasus DBD tidak berkembang diperlukan usaha dan kerja sama dari masyarakat untuk menanggulangi permasalahan," kata dia.(*)
Pewarta :
Editor: Joko Nugroho
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar