Bupati Pasaman ajak warga stop bermedsos mulai pukul 18.00-21.00 Wib, utamakan keluarga

id Medsos,Pasaman,Harganas

Bupati Yusuf Lubis menarik kain selubung tandai pencanangan Gerakan Kembali ke Meja Makan. (Ist)

Lubuksikaping (ANTARA) - Bupati PasamanYusuf Lubis canangkan gerakan kembali ke meja makan dan gerakan 1821 atau stop bermain media sosial dan televisi mulai pukul 18.00-21.00 Wib di dalam keluarga.

"Ini kita lakukan dalam rangka merajut kebersamaan dan kekompakan sesama anggota keluarga, yang selama ini mulai pudar karena medsos lebih utama daripada berkumpul dengan keluarga," ucap Yusuf Lubis, saat memperingati Hari Keluarga Nasional (HARGANAS) Ke-26 tahun 2019, di Lubuksikaping, Senin.

Turut hadir, Wakil Bupati Pasaman, Atos Pratama, Sekretaris Daerah, Mara Ondak, Ketua PKK Suryani Yusuf Lubis, Ketua GOW Mira Atos Pratama, Staf Ahli, Asisten, para Kepala OPD dan diikuti seluruh ASN.

Harganas tahun ini mengambil tema Hari Keluarga, Hari Kita Semua. Slogannya, Cinta Keluarga, Cinta Terencana.

Menurut Bupati, Harganas tahun ini lebih mengedepankan bagaimana cara mempererat kebersamaan bersama seluruh anggota keluarga. Dengan kata lain, bersama-sama melakukan aktivitas yang mengarah pada nuansa kebersamaan.

"Gerakan ini yang dinamakan dengan gerakan tanpa melihat media sosial (medsos) dan televisi, mulai pukul 18.00 - 21.00 atau gerakan 1821," ujarnya.

Ia berharap, Harganas dapat dijadikan sebagai momentum dan pemacu bagi keluarga Indonesia, khususnya Pasaman untuk terus menerus meningkatkan ketahanan dan kesejahteraan keluarga agar dapat menghasilakan generasi yang berkualitas.

"Harganas juga dimaksudkan untuk mengingatkan kita semua pentingnya keluarga sebagai sumber kekuatan untuk membangun bangsa dan negara juga daerah yang kita cintai," katanya.

Selain itu, Harganas juga merupakan ajang untuk menggelorakan dan mensosialisasikan Program Kependudukan, Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga (KKBPK) untuk mewujudkan bangsa Indonesia yang berkarakter dan sejahtera.

"KKBPK di Kabupaten Pasaman secara kuantitas dan kualitas cukup menggembirakan," ujarnya.

Secara kualitas, kata dia, penggunaan alat kontrasepsi sudah banyak yang menyukai metode jangka panjang untuk mengukur jarak kelahiran. Pemakaian alat kontrasepsi dari tahun ke tahun juga mengalami peningkatan.

"Pada tahun 2017, angkanya mencapai 9.474 peserta dan di tahun 2018 sebanyak 9.914 peserta," ujarnya.
Pewarta :
Editor: Siri Antoni
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar