"Ombilin Coal Mining Heritage of Sawahlunto" masih dalam Sidang UNESCO

id Deri Asta

Wali Kota Sawahlunto, Deri Asta. (Antara Sumbar/Taufan Razzak/)

Sawahlunto (ANTARA) - Langkah - langkah untuk 'memuluskan' jalan Ombilin Coal Mining Heritage of Sawahlunto (OCMHS) menjadi warisan dunia versi United Nations for Education and Culture Organization (UNESCO) terus dilakukan, terbaru ini dengan jalur diplomasi meminta dukungan pada 20 negara - negara sahabat peserta Komite Warisan Dunia Persatuan Bangsa - Bangsa (PBB).

Difasilitasi oleh Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) dan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), kegiatan bertajuk 'Update from the Region One Day In Ombilin – Sawahlunto.

Kepala Dinas Kebudayaan, Peninggalan Bersejarah dan Permuseuman (DKPBP) Kota Sawahlunto Hendri Thalib saat dihubungi pada Jumat menyatakan bahwa dukungan dari negara - negara sahabat anggota Komite Warisan Dunia PBB itu sangat berperan strategis dalam penentuan 'nasib' usulan Ombilin Coal Mining Heritage of Sawahlunto (OCMHS) dalam sidang Warisan Dunia UNESCO nantinya.

"Penetapan lolos tidaknya Sawahlunto dalam warisan dunia UNESCO ini itu ditentukan pada sidang ke - 43 Komite Warisan Dunia di Azerbaijan pada 29 Juni sampai 10 Juli 2019 nanti. Dimana negara - negara anggota Komite Warisan Dunia inilah yang akan menjalani sidang tersebut," katanya.

"Sehingga, pertemuan dengan mereka sekarang, memberikan informasi tentang Ombilin Coal Mining Heritage of Sawahlunto (OCMHS) sekaligus meminta dukungan kepada mereka agar dapat meloloskan usulan nominasi Sawahlunto," imbuhnya

Sementara Wali Kota SawahluntoDeri Asta menyebut, bahwa pemerintah pusat melalui Kemenlu dan Kemendikbud serta Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumbar menunjukkan dukungan penuh pada Ombilin Coal Mining Heritage of Sawahlunto (OCMHS) untuk lolos sebagai warisan dunia versi UNESCO.

"Kita bersyukur dan berterimakasih juga kepada pemerintah pusat dan pemerintah provinsi yang terus mendukung dan mendampingi kita," ujarnya.

Dalam kegiatan yang dibuka oleh Direktur Jenderal (Dirjen) Kebudayaan Kemendikbud, Hilmar Farid itu, juga dihadiri oleh Wakil Gubernur Sumatera Barat, Nasrul Abit dan Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Sumbar, Gemala Ranti. Dari jajaran penyusun naskah nominasi OCMHS itu juga dihadiri langsung oleh Ketua Tim, yakni Johny Wongso yang juga staf pengajar Universitas Bung Hatta Padang.(*)

Pewarta :
Editor: Joko Nugroho
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar