Presiden sebut Indonesia harus kejar ketertinggalan pembangunan jalan tol

id jalan tol

Sejumlah kendaraan melintas di tol trans Sumatera ruas Palembang-Indralaya (Palindra) di Desa Ibul Besar III, Pemulutan, Ogan Ilir (OI), Sumatera Selatan, Kamis (18/10/2018). (ANTARA FOTO/Nova Wahyudi/aww)

Medan, (ANTARA) - Presiden Joko Widodo menegaskan bahwa Indonesia harus mengejar ketertinggalan pembangunan jalan tol dari negara Asia lainnya karena sebelumnya pernah unggul.

"Dulu negara lain, seperti Malaysia dan lainnya 'mengintip' jalan tol yang dibangun Indonesia, eh sekarang kita yang ketinggalan, jadi harus dikejar," kata dia di Medan, Jumat.

Presiden mengatakan hal itu saat berdialog dengan pimpinan redaksi sejumlah media massa di Medan, Sumatera Utara.

Untuk itu, kata dia, pembangunan jalan tol terus dilakukan, termasuk di Sumut.

Pembangunan jalan tol, kata dia, memperlancar arus lalu lintas barang maupun manusia sehingga kemajuan dalam segala hal, khususnya perekonomkian terwujud.

Presiden Jokowi menyebutkan hingga akhir 2018 sudah ada jalan tol sepanjang 782 km dan ditargetkan bisa mencapai 1.854 km hingga akhir 2019.

"Panjang jalan tol itu masih termasuk sedikit, jadi harus ditingkatkan lagi di sejumlah daerah termasuk Sumut," kata dia.

Presiden Jokowi mengakui perlunya investasi cukup besar untuk membangun jalan tol sehingga perlu investor, baik dari dalam maupun luar negeri.

Awalnya , kata Presiden, pembangunan jalan tol memang berat karena investasinya besar, akan tetapi dampaknya sangat besar dalam mendorong kemjuan perekonomian. (*)
Pewarta :
Editor: Mukhlisun
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar