16 SMP di Padang Panjang selenggarakan UNBK pada April 2019

id UNBK

Ilustrasi siswa tengah mengikuti UNBK. (ANTARA SUMBAR/Yusrizal)

Padang Panjang, (Antaranews Sumbar) - Sebanyak 16 dari 20 sekolah menengah pertama (SMP) sederajat di Kota Padang Panjang, Sumatera Barat, akan menyelenggarakan ujian nasional berbasis komputer (UNBK) pada 22-25 April 2019.

Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Padang Panjang, Desmon di Padang Panjang, Jumat, mengatakan sekolah penyelenggara UNBK masih sama dengan tahun sebelumnya, namun di tahun ini ada tambahan satu sekolah baru sebagai peserta.

"Tahun lalu ada 16 sekolah penyelenggara dengan 19 sekolah peserta. Tahun ini penyelenggara masih sama tapi sekolah peserta bertambah karena ada satu sekolah baru," katanya.

Empat dari 20 sekolah belum dapat menyelenggarakan UNBK dengan alasan tiga sekolah belum memiliki jumlah komputer yang cukup yaitu dengan perbandingan 1:3 dengan jumlah siswa dan satu sekolah belum terakreditasi karena masih baru.

Kepala Seksi Pembinaan Kurikulum dan Kelembagaan Disdikpora Padang Panjang, Noval menambahkan dari 20 sekolah peserta, UNBK akan diikuti oleh 1.664 siswa terdiri dari 758 siswa laki-laki dan 906 siswa perempuan.

Dalam pelaksanaan UNBK tahun sebelumnya secara peringkat di tingkat provinsi, Padang Panjang memperoleh peringat empat dengan kelulusan 100 persen.

"Di tahun ini tentu target perolehannya bisa lebih baik lagi. Ada dua kali simulasi dan satu gladi yang akan diikuti siswa sebagai persiapan menghadapi UNBK," katanya.

Di samping itu, setiap sekolah juga melakukan pembahasan soal-soal dari materi pelajaran yang akan diujikan dalam UNBK yaitu bahasa Indonesia, matematika, bahasa Inggris dan IPA melalui kelas tambahan.

Ia menyebutkan UNBK bukan satu-satunya penentu kelulusan siswa karena kelulusan juga ditentukan indikator lain yaitu siswa berkelakuan baik, telah menyelesaikan lima semester pembelajaran dan mengikuti ujian sekolah berstandar nasional yang dijadwalkan pada April 2019 sebelum UNBK.

"Jelang UNBK, kami ajak orangtua ikut mengawasi anak terutama dari asupan gizi agar kondisi kesehatan tetap terjaga sehingga dapat mengikuti ujian dengan fokus pada 22 sampai 25 April 2019," katanya. (*)
Pewarta :
Editor: Mukhlisun
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar