Polisi Padang Pariaman kembangkan penangkapan narkoba di BIM

id Rizki Nugroho

Kapolres Padang Pariaman, AKBP Rizki Nugroho (dua kiri) mengangkat bungkusan berisi sabu yang merupakan barang bukti penangkapan dua kurir sabu di Bandara Internasional Minangkabau. (Antara Sumbar/Aadiat MS)

Parit Malintang, (Antaranews Sumbar) - Kepolisian Resor Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat (Sumbar) mengembangkan kasus penangkapan dua kurir narkoba jenis sabu sekitar satu kilogram di Bandara Internasional Minangkabau (BIM) pada Sabtu (29/12) pukul 06.00 WIB.

"Kami bekerja sama dengan Direktorat Reserse Narkoba Polda Sumbar untuk pengembangan kasus ini," kata Kapolres Padang Pariaman, AKBP Rizki Nugroho pada keterangan persnya di Parit Malintang, Senin.

Ia mengatakan kerjasama tersebut bertujuan untuk mengetahui siapa yang memerintahkan kedua kurir itu.

Apalagi, lanjutnya komunikasi antara kurir dengan yang memerintahkan melalui pesan singkat aplikasi media sosial telah putus.

Ia menyampaikan dua kurir tersebut merupakan warga Kalimantan Selatan sedangkan barang haram dibawa dari Pekanbaru, Riau.

Barang haram tersebut dibawa dari Pekanbaru ke Kota Padang melalui jalur darat pada Kamis lalu (27/12).

Dua kurir tersebut menginap di salah satu hotel di Padang dan membagi barang haram itu menjadi bungkusan lebih kecil dari sebelumnya yang akhirnya dibawa ke Jakarta.

Sabu tersebut disimpan diselangkangannya dengan tujuan untuk mengelabui petugas bandara.

"Kami menduga barang haram ini akan digunakan untuk malam pergantian tahun," katanya.

Ia menyampaikan informasi adanya orang membawa narkoba tersebut diketahui pihaknya dari masyarakat.

"Awalnya yang tertangkap AY (34), setelah diperiksa diketahui dia bersama rekannya MR (29)," ujarnya.

Akibat perbuatannya, lanjutnya ke dua pelaku dikenakan pasal 114 ayat 2 dan pasal 112 ayat 2 undang-undang RI No 35 tahun 2009 dengan ancaman maksimal hukuman mati atau penjara seumur hidup.

Sementara itu, AY mengatakan ia dan temannya dijanjikan upah apabila berhasil mengirimkan barang barang haram itu ke Jakarta.

"Besaran uang yang dijanjikan untuk saya yaitu Rp10 juta dan Rp7 juta untuk MR," kata dia. (*)
Pewarta :
Editor: Mukhlisun
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar