Logo Header Antaranews Sumbar

Dua pengunjung kafe di Pasaman Barat positif gunakan narkoba

Jumat, 21 Desember 2018 08:11 WIB
Image Print
Tim gabungan BNNK Pasaman Barat saat menggelar razia di sejumlah tempa hiburan atau kafe di daerah itu, Kamis (20/12).

Simpang Empat, (Antaranews Sumbar) - Dua pengunjung tempat hiburan di kafe Modesta Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat (Sumbar) positif menggunakan narkoba setelah tim gabungan Badan Narkotika Nasional setempat melakukan razia dan tes urine terhadap pengunjung tempat hiburan itu.
Kepala BNNK Pasaman Barat, Irwan Effenry didampingi Kepala Seksi Berantas AKP Muzhendra, Jumat mengatakan dari 12 pengunjung dan operator kafe, dua orang inisial S (36) warga kampung pisang, Kinali Pasaman Barat dan AR (39) warga Mandiangin Kinali Pasaman Barat positif menggunakan narkoba jenis daun ganja.
"Kedua orang itu telah kami amankan sementara guna untuk pemeriksaan lebih lanjut. Keduanya dilakukannya rehabilitasi rehab jalan," ujarnya.
Menurutnya razia atau operasi yang dilakukan pada Kamis (20/12) dinihari itu berdasarkan Surat Telegram Deputi Berantas BNN RI Nomor : ST/45/XII/DE/PB/2018/BNN tertanggal 12 Desember 2018.
Untuk antisipasi pelaku penyalahgunaan narkoba pada hari-hari besar dan hari libur nasional terutama pada saat malam pergantian tahun baru 2019.
Tim operasi gabungan ini dipimpin oleh Kepala Satuan Polisi Pamong Praja, Edi Busti dan Kepala BNNK Pasaman Barat dengan melibatkan personil BNNK dan Polres Pasaman Barat.
Operasi itu dilakukan pada tempat hiburan malam seperti kafe dan tempat karaoke.
Saat itu ada dua kafe yang dirazia, yaitu Kafe Radja dan kafe Modesta di Jorong Jambak Nagari Koto Baru Kecamatan Luhak Nan Duo.
Saat operasi, tim gabungan dibagi dua. Pertama mendatangi kafe Radja dan hasilnya tidak ada karena diduga ada kebocoran informasi. Sebab ketika tim sampai, suasana kafe sudah sepi dan tidak ada aktifitas hiburan sebagaimana biasanya.
Sementara tim kedua yang mendatangi Kafe Modesta dan menemukan sebanyak delapan orang pengunjung dan empat orang operator karaoke dan dilakukan tes urine.
"Dari tes urine itulah diperoleh dua orang positif narkoba," ujarnya.
Ia menyebutkan operasi itu dilaksanakan untuk mengantisipasi pelaku penyalahgunaan narkoba pada hari besar, hari libur nasional terutama menjelang dan saat malam pergantian tahun baru 2019.
"Kegiatan ini akan terus kita lakukan sampai tahun baru 2019 nanti. Tujuannya tentu untuk meminimalisir tindakan penyalahgunaan narkoba yang nantinya akan berdampak pada ketentraman di tengah masyarakat," tegasnya. (*)



Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026