Sekolah terbakar, 771 pelajar terancam tak terima rapor

id sekolah terbakar,rapor

Sekolah terbakar, 771 pelajar terancam tak terima rapor

Kondisi MTsN 1 Salido usai terbakar. (Antara Sumbar / Didi Someldi Putra)

Painan, (Antaranews Sumbar) - Sebanyak 771 pelajar terancam tidak menerima rapor usai ruang guru, ruang tata usaha dan kepala Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 1 Pesisir Selatan, Sumatera Barat dilalap si jago merah pada Rabu (19/12) malam.

"Semua dokumen yang ada di tiga ruangan ludes terbakar, termasuk rapor pelajar," kata Kepala MTsN 1 Pesisir Selatan, Masni di Painan, Kamis.

Selain itu, tambahnya, puluhan unit komputer, laporan keuangan termasuk juga sertifikat tanah tempat madrasah itu berdiri juga ikut terbakar.

"Sesuai rencana Sabtu (22/12) kami akan menyerahkan rapor kepada pelajar, tapi apa boleh buat kami mendapat musibah ini," ujarnya.

Akibat kejadian itu pihaknya memperkirakan madrasah mengalami kerugian lebih kurang satu miliar rupiah dan semenjak didirikan kejadian nahas ini baru pertama kali terjadi.

Selain membuat pelajar tidak menerima rapor, kebakaran juga menyebabkan pelajar tidak bisa melaksanakan aktivitas seperti biasa.

"Kami belum tahu kapan bisa memasuki madrasah karena hingga saat ini masih di pasang garis polisi dan hari ini ada tim dari Polda Sumbar yang melakukan penyelidikan atas kejadian ini," sebutnya.

Ia mengungkap sebelumnya pada Rabu siang kegiatan di madrasah berlangsung seperti biasa dan ia tidak menduga kejadian ini akan terjadi.

MTsN 1 Pesisir Selatan merupakan salah satu sekolah berprestasi di daerah itu, tahun ini madrasah tersebut menyabet juara tiga lomba sekolah sehat nasional.

Sementara pada 2016 madrasah itu juga meraih penghargaan sebagai sekolah Adiwiyata tingkat nasional.

Berkat prestasi itu hampir setiap bulannya ada sekolah-sekolah lain, tidak hanya di provinsi setempat namun juga provinsi tetangga yang berkunjung untuk belajar.

Pewarta :
Editor: Joko Nugroho
COPYRIGHT © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.