Ini dia empat sekolah yang mewakili Tanah Datar dalam LSS tingkat provinsi

id Sekolah sehat, uks, pendidikan

Tim Penilai Lomba Sekolah Sehat (LSS) kunjungi Tanah Datar. (Antara Sumbar/ist)

Dalam pembinaan terhadap sekolah-sekolah, hampir setiap tahun Tanah Datar mendapatkan prestasi yang baik di tingkat provinsi maupun nasional
Batusangkar, (Antaranews Sumbar) - Sebanyak empat sekolah yang berada di Kabupaten Tanah Datar dipercaya mewakili daerah tersebut dalam kegiatan Lomba Sekolah Sehat (LSS) tingkat Provinsi Sumatera Barat tahun 2018.

Keempat sekolah itu ialah SMAN 2 Kecamatan Sungai Tarab, MTsN 10 Tanah Datar, SDN 16 Pagu-Pagu Pandai Sikek Kecamatan X Koto dan Taman Kanak-Kanak Nurul Islam Muaro Ambius Kecamatan Batipuh Selatan.

"Dalam pembinaan terhadap sekolah-sekolah, hampir setiap tahun Tanah Datar mendapatkan prestasi yang baik ditingkat provinsi maupun nasional," kata Sekretaris Kabupaten Tanah Datar, Hardiman di Batusangkar, Rabu.

Ia menyebutkan, kegiatan LSS pada dasarnya melibatkan empat kementerian, sekalipun secara struktural berada di bawah kewenangan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Namun secara operasional Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) juga merupakan pembinaan dari Kementerian Kesehatan, Kementerian Agama, dan Kementerian Dalam Negeri.

Terkait pembinaan lebih lanjut, kepada Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, Hardiman memesankan untuk terus melakukan pembinaan terhadap sekolah-sekolah yang ada di daerah tersebut.

"Kepada Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan, Depag dan Bagian Kesra diminta untuk tetap melanjutkan pembinaan, tidak hanya pada sekolah yang akan mewakili daerah saja, tapi seluruh sekolah yang ada di Tanah Datar," kata dia.

Ia menambahkan, pada tahun 2016 lalu SMAN 1 Lintau Buo dipercaya mewakili Sumbar ke tingkat nasional dan setelahnya adalah SMAN Salimpaung. Beberapa waktu lalu SMAN 1 Sungai Tarab juga mewakili provinsi dalam penilaian perpustakaan sekolah terbaik.

Sementara itu Ketua Tim Penilai LSS, Masril mengatakan penilaian tidak hanya dilakukan secara fisik, namun perubahan perilaku warga sekolah, terutama peserta didik itu sendiri.

Dengan demikian kebiasaan-kebiasaan yang baik di sekolah akan juga akan menjadi kebiasaan baik di rumah dan di tengah masyarakat.

"Pelaksanaan UKS adalah pembentukan sistem, karena setiap tahun siswa berganti, kepala sekolah atau guru pun berganti," katanya. (*)
Pewarta :
Editor: Mukhlisun
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar