
IDAI dukung pelaksanaan vaksin campak dan rubella

Padang, (Antaranews Sumbar) - Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) cabang Sumatera Barat mendukung pelaksanaan vaksin campak dan rubella sebagai upaya menyokong program pemerintah mengeliminasi campak dan rubella CSR pada 2030.
"Dokter anak di Sumbar ikut andil untuk mewujudkan cakupan imunisasi, saat ini sudah ada 85 orang spesialis anak yang tersebar di seluruh kabupaten dan kota," kata Ketua IDAI cabang Sumbar dr Didik Hariyanto di Padang, Senin.
Ia menyampaikan hal itu pada seminar dan pelatihan advokasi untuk kampanye imunisasi MR Fase II dan surveilanse PD3I.
Menurutnya kendala yang dihadapi dalam pemberian vaksin adalah masih ada orang tua yang menolak dengan alasan haram.
"Ini isu yang sudah lama berkembang namun kami akan melakukan sosialisasi lebih intensif untuk memberikan pemahaman pentingnya imunisasi," kata dia.
Didik menyampaikan saat ini semua daerah sudah punya dokter anak termasuk Kabupaten Kepulauan Mentawai.
"Memang kalau dari sisi jumlah masih kurang akan tetapi secara penyebaran sudah merata," kata dia.
Sementara Wakil Gubernur Sumatera Barat Nasrul Abit mengatakan cakupan imunisasi di Sumbar baru 81,4 persen sementara target nasional 92 persen.
Ia memastikan tidak ada lagi daerah di Sumbar yang tidak tersentuh akses layanan kesehatan termasuk vaksin.
Terkait masih ada pandangan yang menilai vaksin haram Nasrul menyampaikan pihaknya akan mengoptimalkan promosi kesehatan.
Masyarakat pada level bawah sebenarnya tidak terlalu paham soal itu dan yang terpenting adalah bagaimana memberikan kesadaran tentang pentingnya menjaga kesehatan, kata dia.
Pewarta: Ikhwan Wahyudi
Editor: Ikhwan Wahyudi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
