Polisi Pasaman Barat ingatkan masyarakat waspada uang palsu jelang lebaran

id uang palsu

Tiga lembar uang palsu pecahan Rp50.000 yang diamankan di Kecamatan Ranah Batahan, Pasaman Barat, Selasa (6/3) malam. (Antara Sumbar/Altas Maulana)

Simpang Empat, (Antaranews Sumbar) - Kepolisian Resor (Polres) Pasaman Barat, Sumatera Barat (Sumbar) mengingatkan masyarakat agar waspada uang palsu menjelang lebaran Idul Fitri 1439 Hijriah.


"Biasanya transaksi keuangan atau jual beli menjelang lebaran meningkat dibandingkan hari biasa. Masyarakat harus tetap waspada jika ada yang memanfaatkan situasi ini," kata Kepala Polres Pasaman Barat, AKBP Iman Pribadi Santoso di Simpang Empat, Rabu.


Ia mengatakan sebelumnya pihaknya ada mengungkap peredaran uang palsu dan saat ini telah diproses. Menjelang lebaran ini belum ada kasus yang terungkap.


Namun, katanya masyarakat harus tetap mewaspadai peredaran uang palsu menjelang Idul Fitri 1439 Hijriah.


Menurutnya para pedagang kecil menjadi sasaran para pengedar uang palsu karena transaksi jual beli akan meningkat.


"Jangan ada oknum yang memanfaatkan situasi ini dengan mengedarkan uang palsu," ujarnya.


Ia meyebutkan uang palsu tampilan sangat menarik dan sama seperti uang asli.


"Jangan mudah tertipu dengan wujudnya saja tetapi lihat dan rasakan," katanya.


Ia menjelaskab salah satu upaya yang dilakukan polisi adalah meningkatkan patroli melalui kepolisian sektor (polsek) di setiap pasar.


"Kita akan terus memantau melalui patroli rutin yang terus dilakukan setiap saat," katanya.


Patroli rutin, yang biasa dilakukan di daerah perbatasan seperti di Kecamatan Ranah Batahan, Kecamatan Kinali dan Kecamatan Talamau juga ditingkatkan.


"Sebagai daerah yang berbatasan langsung dengan Sumatera Utara (Sumut), Pasaman Barat rawan menjadi daerah peredaran uang palsu," katanya.


Ia mengharapkan peran masyarakat untuk segera melapor jika menemukan hal-hal yang mencurigakan terkait peredaran uang palsu tersebut.


Sementara itu Kepala Kepolisian Sektor Pasaman, AKP Muzhendra mengatakan jajarannya terus melakukan patroli rutin sampai ke pasar-pasar.


"Kami berharap jika ada dicurigai uang palsu maka laporkan kepada kami dengan cepat," ajaknya.


Ia menyebutkan pada umumnya sasaran para pengedar uang palsu adalah warung-warung kecil yang ada di perkampungan.


Karena jika uang palsu diedarkan di toko atau supermaket para pedagang akan cepat mengetahuinya.


"Sasaran peredarannya adalah pedagang kecil dengan pura-pura berbelanja atau menukarkan uang. Untuk itu, para pedagang diharapkan berhati-hati dengan melihat bentuk dan ciri-ciri kertas uang tersebut," katanya. (*)

Pewarta :
Editor: M R Denya
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar