Pedagang : penjualan "Lamang Tapai" meningkat selama Ramadhan

id lamang

alah satu makanan tradisional Minangkabau Lamang Tapai yang dijual di dekat rel Kereta Api Alai Kecamatan Padang Utara, Sabtu (19/5). ((Antara Sumbar/Mario Sofia Nasution))

Padang, 19/5 (Antara) - Penjualan makanan tradisional "Lamang Tapai" yang terbuat dari beras ketan mengalami peningkatan pada ketika memasuki bulan Ramadhan 1439 Hijriah.

Salah seorang pedagang "Lamang Tapai" Leni Ayu di Padang, Sabtu mengakui peningkatan ini dirasakannya dua hari terakhir, jumlah yang diterimanya lebih besar dari hari biasa.

"Uang yang didapatkan dalam sehari mencapai Rp350 ribu," kata dia

Ia mengatakan telah berjualan selama satu tahun di dekat rel kereta api pasar Alai, Kecamatan Padang Utara.

Dirinya berjualan bersama puluhan pedagang "Lamang Tapai" yang berjualan menggunakan gerobak.

Di dalam bulan Ramadhan dirinya mulai berjualan mulai pukul 13.00 WIB hingga menjelang berbuka puasa.

"Alhamdulillah jadwal berjualan lebih pendek namun uang yang diterima meningkat," kata dia.

Menurut dia harga satu potong lamang dengan air tapai dengan ukuran sekitar 15 sentimeter seharga Rp15 ribu.

"Ada juga yang dijual Rp20 ribu dengan ukuran 20 sentimeter dan ada lamang yang dijual per batang, tergantung keinginan pembeli," kata dia.

Ia mengatakan makanan ini dimasak setiap hari karena apabila lewat dari 24 jam makanan ini langsung basi.

Panganan ini dibuat di kawasan Pisang Kecamatan Lubuk Begalung dan di Balai Baru Kecamatan Kuranji. Lamang yang telah masak dijual di sini.

"Lamang ini diantar setiap hari dan kami menjualnya di sini," kata dia. (*)

Pewarta :
Editor: M R Denya
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar