Bulog: masyarakat tak usah risau stok pangan aman hingga Lebaran

id Bulog Solok,Stok Pangan Bulog Solok,Stok Pangan Ramadhan

Stok beras Bulog Solok. (ANTARA SUMBAR/istimewa)

Arosuka, (Antaranews Sumbar) - Badan Urusan Logistik (Bulog) Divisi Regional Solok menjamin ketersediaan stok pangan untuk tujuh Kabupaten atau kota wilayah kerjanya yang meliputi Kabupaten Solok, Solok Selatan, Sijunjung, Dharmasraya, Tanah Datar, Kota Solok dan Sawahlunto.

Kepala Bulog Divre Solok Andriati, di Solok, Kamis mengatakan tidak ada persoalan terkait stok beras jelang masuknya bulan suci ramadhan dan lebaran nantinya, termasuk juga stok gula pasir, minyak goreng dan lainnya.

"Selain keterjaminan pangan utama beras sekitar 1.500 ton, saat ini kami juga memiliki stok gula pasir 217 ton, minyak goreng 4.400 liter, inshaallah aman hingga pasca lebaran nantinya," katanya.

Bulog juga bekerja sama dengan distributor dan pedagang pasar sehingga barang tersebar dengan harga yang terjangkau.

"Masyarakat tidak usah risau terkait stok beras, kami terus berupaya memberikan pelayanan sehingga ketersediaan beras bisa dinikmati oleh masyarakat secara luas," ujarnya.

Secara umum, untuk wilayah Sumatera Barat, tidak ada persoalan dengan stok beras. Untuk saat ini, harga beras medium dijual Bulog dengan harga Rp 9.450 perkilogramnya, minyak goreng Rp 12.500 perliter, terigu Rp 8.000 perkilogram, bawang merah Rp 25.000 per kilogram dan daging Rp 80.000 perkilogramnya.

"Kami akan mengintensifkan operasi pasar untuk stabilisasi harga, tolok ukurnya harga pangan di pulau Jawa, jika harga bahan pangan naik pada kisaran 10 sampai 20 persen," ujarnya.

Pantauan di Pasar Raya Solok, persediaan daging sapi mencukupi untuk persediaan ramadhan, harga terpantau stabil.

Menurut Nasrul (49), seorang pedagang daging sapi, mengatakan permintaan daging agak meningkat beberapa hari sebelum bulan ramadhan, sebab masyarakat butuh daging untuk tradisi menyambut ramadhan, walaupun demikian stok aman dan mencukupi.

Namun harga ada sedikit peningkatan, beberapa hari yang lalu harga daging sapi Rp120 ribu per kilogram, sekarang naik menjadi Rp130 ribu per kilogram, walaupun harga tidak terlalu naik.

Sementara Yandrifal (36), pedagang cabai, mengatakan dalam sebulan terakhir cukup stabil walaupun naik sedikit, beberapa hari yang lalu, harga Rp30 ribu per kilogram naik menjadi Rp35 ribu.

"Rata-rata petani cabai, juga banyak yang panen sebelum ramadhan karena mengingat butuh biaya tambahan, untuk harga saya menjual Rp35 ribu per kilogram, ada sedikit kenaikan dari biasanya," tambahnya.

Untuk beras anak daro dijual sekitar Rp 11.000 perkilogram dan sokan seharga Rp 12.500 perkilogram, dan dijualnya dikawasan Bandarbuat Kota Padang.

Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi dan Perdagangan (Koperindag) Kabupaten Solok, Nasripul Romika mengatakan pihaknya tetap berjaga-jaga terhadap kemungkinan terjadinya lonjakan harga terutama harga bahan pokok jelang maupun selama bulan ramadhan.

Sampai saat ini harga bahan pokok di pasaran relatif stabil dan apabila terjadi lonjakan harga pihaknya siap melaksanakan operasi pasar murah melibatkan seluruh unsur-unsur terkait, seperti dinas Perikanan dan Ketahanan Pangan, Bulog, termasuk distributor bahan pokok.

"Rabu kemarin kita telah melakukan rapat dengan Bupati diwakili Sekda guna mengantisipasi kemungkinan terjadinya lonjakan harga menyambut bulan puasa, selama puasa maupun menyambut lebaran nanti," ujarnya.

Untuk menjalankan operasi pasar nanti pihaknya juga akan membentuk tim yang saat ini sedang disiapkan oleh Bagian Perekonomian Setda Kabupaten Solok.

"Demi menunjang dan mengantisipasi lonjakan harga yang mungkin terjadi. Kami akan terus berkoordinasi dengan Bulog terkait ketersediaan stok bahan pokok, dan siap menggelar pasar murah bila di perlukan," sebutnya. (*)
Pewarta :
Editor: Joko Nugroho
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar