Ini yang menjadi tantangan ketahanan pangan di Padang

id Zalbadri

Kepala Dinas Pangan Kota Padang, Zalbadri. (Antara Sumbar/Pratiwi Tamela)

Lahan pertanian di Padang berkurang sekitar 9,4 hektare per tahun, sementara berdasarkan data tahun 2017 lahan pertanian hanya tinggal 6.474 hektare.
Padang, (Antaranews Sumbar) - Alih fungsi lahan pertanian merupakan salah satu tantangan ketahanan pangan di Kota Padang, Sumatera Barat, kata pejabat pemerintah setempat.

Kepala Dinas Pangan Kota Padang Zalbadri di Padang, Selasa mengatakan lahan pertanian di kota itu berkurang sekitar 9,4 hektare per tahun, sementara berdasarkan data tahun 2017 lahan pertanian hanya tinggal 6.474 hektare.

"Sehingga semakin hari tantangan dalam rangka meningkatkan ketahanan pangan semakin besar," ujar dia.

Hal itu, katanya terlihat jelas ketika Padang tidak mampu memenuhi kebutuhan pangan lokal dan harus dipasok dari luar daerah untuk memenuhinya seperti beras, cabai dan komoditas pangan lainnya.

Oleh karena itu, sebutnya dibutuhkan suatu gerakan yang berkelanjutan dengan melibatkan komunitas anak-anak muda tentang pemanfaatan lahan pekarangan sebagai sumber pangan keluarga dengan memadukan berbagai program dari instansi terkait.

Kemudian dibutuhkan kebijakan tentang pergeseran tenaga kerja yang sudah banyak meninggalkan sektor pertanian terutama anak-anak muda hanya sedikit yang berminat pada sektor pertanian.

"Karena dalam rangka meningkatkan ketahanan pangan di Kota Padang khususnya, tidak hanya dapat dilakukan oleh satu sektor saja namun harus melibatkan banyak pihak atau lintas sektor," kata dia.

Berbagi program sebutnya, berupaya dilaksanakan dalam rangka meningkatkan ketahanan pangan di daerah itu salah satunya dengan terus mengembangkan program Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL) melalui pemberdayaan sumber daya lokal.

Hingga saat ini Padang telah memiliki 80 kelompok KRPL yang tersebar pada 11 kecamatan.

"KRPL merupakan memanfaatkan pekarangan rumah sebagai upaya untuk meningkatkan ketahanan pangan khususnya pada skala rumah tangga," ujarnya.

Ia mengatakan, dengan pemanfaatan pekarangan rumah dapat meningkatkan kualitas konsumsi pangan masyarakat, karena berbagai jenis tanaman dapat ditanam seperti sayur-sayuran buah-buahan dan berbagai komoditas lainnya.

"Sehingga dapat membantu meningkatkan dan mencukupi kebutuhan gizi keluarga," tambahnya.

Sasaran dari program KRPL ini sebutnya adalah kelompok wanita tani, dasawisma dan lainnya.
Pewarta :
Editor: Joko Nugroho
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar