
Pedagang jalan baru Muara harus ditata

Padang, (Antaranews Sumbar) - Akademisi sekaligus pakar tata kelola Universitas Bung Hatta Padang Miko Kamal Phd menyarankan pemerintah kota Padang harus menata pedagang kaki lima yang bermunculan di sepanjang jalan baru menghubungkan Muara dengan Pantai Air Manis.
"Jika pemerintah kota membiarkan saja dikhawatirkan di sepanjang jalan akan bermunculan pedagang kaki lima dan hal ini selain mengganggu jalan juga melanggar aturan," kata dia di Padang, Minggu.
Menurutnya langkah pertama yang harus dilakukan adalah membuat tempat atau lokasi khusus untuk pedagang kaki lima sehingga pengendara dan pejalan kaki tidak terganggu.
Kemudian sesuai aturan yaitu Perda Kota Padang no 3 tahun 2014 tentang penataan dan pemberdayaan PKL setiap pedagang harus memiliki Tanda Daftar Usaha, kata dia.
Artinya, lanjut dia, jika tidak ada TDU maka pemerintah kota berhak menertibakan dengan alasan melanggar Perda.
Ia mengimbau pihak berwenang harus konsisten menegakan aturan dan jangan karena alasan orang mencari makan akhirnya peraturan tidak tegak.
"Jadi prinsipnya bukan melarang orang berjualan, tapi menata sehingga lebih rapi dan tertib sehingga tidak mengganggu kepentingan publik," kata dia.
Jalan baru yang menghubungkan Muara dengan Pantai Air Manis dengan panjang sekitar 4,5 kilometer dapat ditempuh dari Seberang Pebayan atau gerbang Gunung Padang.
Jalan tersebut menjadi alternatif menuju Pantai Air Manis karena jalan sebelumnya yang masuk dari kawasan Mata Air terlalu curam untuk kendaraan.
Di jalan baru pengunjung dapat menyaksikan pemandangan alam berupa Laut luas berwarna biru, dan sejumlah pulau-pulau kecil.
Karena keindahan alamn jalan ini menjadi wisata alternatif bagi masyarakat yang ingin berolahraga lari maupun jalan santai.
Namun pada beberapa titik mulai bermunculan pedagang kaki lima yang menjajakan makanan dan minuman di sisi kiri dan kanan jalan.
Salah seorang penjual air tebu Amin mengatakan pihaknya berjualan di jalan ini pada hari Minggu karena masyarakat ramai melewati rute ini.
Bermodalkan satu unit sepeda motor yang dimodifikasi menyerupai becak ia berjualan di sisi kiri jalan.
"Rasanya tidak mengganggu, malah banyak yang beli," kata dia.
Pewarta: Ikhwan Wahyudi
Editor: Miko Elfisha
COPYRIGHT © ANTARA 2026
