Logo Header Antaranews Sumbar

Dua ekor beruang madu yang berkeliaran di hutan kota, kini tak nampak lagi

Rabu, 14 Februari 2018 15:34 WIB
Image Print
Beruang madu (Helarctos malayanus). (ANTARA FOTO/Muhammad Arif Pribadi)
Dari hasil pantauan kami, memang sudah tak terlihat lagi keberadaan hewan itu, namun kami belum bisa memastikan apakah beruang sudah keluar dari hutan kota

Siak, (Antaranews Sumbar) - Dua ekor Beruang madu yang sempat berkeliaran beberapa hari lalu di hutan kota Arwinas Siak Sri Indrapura, Kabupaten Siak kini tak nampak lagi bersadarkan pantauan Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau.

"Dari hasil pantauan kami, memang sudah tak terlihat lagi keberadaan hewan itu, namun kami belum bisa memastikan apakah beruang sudah keluar dari hutan kota," kata Kepala Bidang Wilayah II BBKSDA Riau Heru Sutmantoro di Siak, Rabu.

Dua ekor beruang madu itu sudah terpantau berkeliaran di dalam hutan kota Arwinas, Kota Siak Sri Indrapura, Kabupaten Siak, Riau sejak Kamis (8/2) sore oleh beberapa warga dan juga Camat Siak Aditya.

Namun, kata Heru, petugas masih terus melakukan pemantauan di dalam hutan kota Arwinas Siak dengan melihat bekas-bekas jejak, cakaran, dan faces yang ditinggalkan beruang madu.

"Apabila tiga hari ke depan tidak ditemukan lagi tanda-tanda di atas maka kita akan menghentikan pemasangan kandang jebakan yang ada sekarang ini," ujarnya kepada Antara.

Dia mengaku petugas mengalami kesulitan untuk memancing beruang-beruang itu ke dalam perangkap, sebab kehadiran warga yang ingin melihat hewan buas tersebut sempat menganggu.

"Kendala yang dihadapi adalah lokasi taman kota yang terpagar dan kehadiran warga yang ingin melihat keberadaan beruang. Sehingga pada saat beruang ingin keluar dari pagar selalu dihalau dan menimbulkan kegaduhan, akibatnya beruang menjadi stres," ungkap dia.

Petugas BBKSDA Riau sudah berada di lokasi (hutan kota Arwinas) sejak Jumat (9/2) dan memasang perangkap berupa kandang setelah menerima laporan adanya aktivitas beruang madu di dalam hutan yang berada di jantung Kota Siak itu.(*)



Pewarta:
Editor: Hendra Agusta
COPYRIGHT © ANTARA 2026