
Jajak Pendapat: Correa Menang Dalam Pemilihan Presiden Ekuador

Quito, (Antara/Xinhua-OANA) - Presiden Rafael Correa menang dalam babak pertama pemilihan presiden Ekuador, demikian hasil dua jajak pendapat di luar proses pemungutan suara --yang memberi dia 60 persen suara dan dikeluarkan saat tempat pemungutan suara dalam pemilihan umum di negeri itu ditutup. Dewan Pemilihan Umum Nasional (CNE) diperkirakan mengumumkan hasil awal pemungutan suara pada pukul 19.30 waktu setempat, Ahad (Senin, 07.30 WIB). Correa, Presiden Sosialis di Ekuador sejak 2007, meraih mayoritas suara, diikuti oleh calon sayap kanan-jauh dan mantan bankir Guillermo Lasso --yang telah mengantungi 23,1 persen suara, demikian jajak pendapat tersebut. Tempat ketiga diduduki oleh mantan presiden Lucio Gutierrez, dengan perolehan 5,5 persen suara, kata Xinhua --yang dipantau Antara di Jakarta, Senin pagi. Gutierrez diikuti oleh juragan pisang Alvaro Noboa, yang memperoleh 3,6 persen suara dan Mauricio Rodas dengan 3,3 persen. Sebanyak 11,7 juta warga Ekuador diserukan agar memberi suara mereka dalam pemilihan anggota dewan legislatif dan presiden negeri itu pada Ahad. Correa menerima hasil jajak pendapat di luar proses pemungutan suara tersebut dengan didampingi oleh keluarganya dan kabinetnya di Palacio de Carondelet, tempat Pemerintah Ekuador di Quito. "Hari ini saya paling berkomitmen dibandingkan sebelumnya. Kami tak bisa mundur selangkah pun. Kami memimpin kepercayaan sangat besar dari rakyat untuk dengan pasti mengubah Tanah Air. Semoga Tuhan memberkati kalian, kemenangan ini berasal dari masing-masing dan setiap orang dari kalian," kata Correa kepada pengikutnya yang menyambut dia dengan gegap-gempita ketika ia keluar untuk berpidato kepada rakyat dari balkon Carondelet. (*/sun)
Pewarta: Inter
Editor: Inter
COPYRIGHT © ANTARA 2026
