Logo Header Antaranews Sumbar

Tiga Rumah di Trenggalek Runtuh Terbawa Longsor

Minggu, 17 Februari 2013 05:51 WIB
Image Print

Trenggalek, (Antara) - Tebing Sungai Nglinggis setinggi 10-an meter di Dusun Pacar, Desa Nglinggis, Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur, Sabtu dinihari ambrol tergerus banjir sehingga menyebabkan tiga unit rumah warga ikut runtuh ke dasar sungai. ANTARA di Trenggalek melaporkan, tanah yang longsor dan amblas ke dasar sungai mencapai luasan sekitar 50 x 20 meter. Warga desa setempat sejak pagi hingga siang terus bergotong royong membongkar sisa bangunan rumah milik Sukirman, Kadis dan Samsuri yang ambrol terbawa longsor. "Untuk sementara kami mengungsi ke rumah tetangga, karena rumah yang longsor itu adalah satu-satunya yang kami punya. Barang-barang yang kami punya juga kami ungsikan ke sana," kata salah seorang korban, Samsuri. Menurut dia, sebelum terjadi longsor dengan skala besar, sejak dua hari yang lalu tanah yang ada di sekitar rumahnya mengalami retak-retak. Kondisi tersebut diperparah dengan hujan deras sejak Jumat sore yang berlangsung hingga berjam-jam dan puncaknya sekitar pukul 00.00 WIB terdengar suara gemuruh yang disertai goncangan mirip gempa bumi. Tanah yang ada di depan tiga rumah warga tersebut ambrol ke dasar sungai. "Pada saat kejadian tadi malam masih banyak warga yang berkumpul di rumah saya, karena kebetulan anak saya baru melahirkan, begitu ada kejadian itu mereka langsung semburat keluar menyelamatkan diri," tuturnya. Kesaksian warga, tanah longsor di sekitar lokasi kejadian sudah berlangsung sejak bertahun-tahun, namun hingga kini tidak ada langkah konkret dari pemerintah setempat. "Sebelum kejadian ini sudah ada dua rumah dan satu masjid yang hilang, kami berharap ada langkah yang nyata seperti pembangunan plenggsengan maupun penahan tebing," katanya. Selain merusak sejumlah rumah, ambrolnya tebing sungai tersebut juga mengancam keberadaan bangunan sekolah MI dan TK Islamiyah Nglinggis. Kepala Madrasah Ibtidaiyah (MI) Islamiyah Nglinggis, Musyarofah mengaku, aktivitas belajar mengajar di sekolahnya terpaksa diliburkan. Selain itu seluruh perangkat yang ada dievakuasi ke bangunan sekolah yang lain. "Untuk bangunan yang sebelah barat sudah tidak layak lagi untuk digunakan, karena kami takut apabila terjadi longsor susulan, terlebih cuaca setiap hari selalu hujan," latanya. Rencananya aktivitas belajar mengajar di sekolah yang memiliki 67 siswa MI dan 20 siswa TK itu akan dititipkan ke rumah-rumah warga. Sementara itu, Kepala Bagian Pengairan, Dinas Binamarga dan Pengairan Kabupaten Trenggalek, Juwari menjelaskan, kejadian longsor di bantaran Sungai Nglinggis tersebut akibat dari penambangan batu kali oleh warga sekitar. "Hal ini mengakibatkan sungai rusak dan arusnya menjadi deras, tetapi bagaimana lagi karena ini menyangkut mata pencaharian masyarakat. Nanti akan kami konsultasikan dengan pimpinan bagaimana kebijakannya," ujarnya. Juwari menjelaskan pihaknya akan melakukan survei di lokasi bencana serta daerah rawan longsor di sepanjang aliran sungai, apabila memungkinan pemerintah akan membuat penahan tebing berupa bronjong. (*/jno)



Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026