Melalui Daur Ulang Barang Bekas Pun Kreativitas PAUD Dapat Dikembangkan

id Anak PAUD

Seorang anak sedang melihat rumah-rumahan yang terbuat dari daur ulang barang bekas. (Antara Sumbar/Aadiaat M. S)

Parit Malintang, (Antara Sumbar) - Pemerintah Kabupaten Padangpariaman, Sumatera Barat melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan setempat mengembangkan kreativitas siswa Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di daerah itu melalui daur ulangbarang bekas.

"Ini merupakan salah satu inovasi pembelajaran melalui membuat mainan dari barang bekas," kata Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Padangpariaman, Ramang di Parit Malintang, Jumat.

Ia menyebutkan mainan yang dibuat tersebut di antaranya rumah-rumahan dan gambar yang diwarnai sesuai dengan keinginan anak-anak.

Penggunaan barang bekas untuk didaur ulang menjadi mainan bertujuan selain untuk meningkatkan kekreatifan anak juga dapat memanfaatkan barang tidak terpakai menjadi sarana bermain dan belajar.

Oleh karena itu, lanjutnya pihaknya mendorong seluruh sekolah PAUD di daerah itu untuk menggunakan barang bekas baik untuk membuat mainan atau alat peraga edukatif.

Ia menyebutkan saat ini jumlah sekolah PAUD di daerah itu telah mencapai 388 dengan jumlah guru 2010 orang.

Ia mengatakan kondisi 388 sekolah PAUD tersebut bervariasi mulai dari fasilitas yang sudah memenuhi standar sampai pada sarana belajar yang masih sederhana.

"Meskipun fasilitasnya masih sederhana namun kami tetap mengupayakan konsep pelayanan dan pendidikan tetap sama," ujarnya.

Sementara itu, Ketua Bunda PAUD Padangpariaman, Rena Ali Mukhni mengatakan untuk meningkatkan kompetensi guru PAUD pihaknya sering menyelenggarakan pelatihan.

"Bahkan sejumlah guru yang telah didanai untuk menempuh pendidikan tinggi yang dananya dari Badan Amil Zakat Nasional Padangpariaman," kata dia.

Ia mengatakan untuk meningkatkan kesejahteraaan guru PAUD pihaknya mendorong nagari untuk mengalokasikan anggaran dari dana desa untuk gaji guru. (*)

Pewarta :
Editor: Mukhlisun
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar