
Waktu Pengosongan Lahan KAI di Bukittinggi 24 Jam
Senin, 4 Desember 2017 17:11 WIB

Bukittinggi, (Antara Sumbar) - Warga penyewa aset PT KAI di Kota Bukittinggi, Sumatera Barat (Sumbar), diminta mengosongkan lahan milik perusahaan BUMN itu dalam waktu 24 jam terhitung mulai Senin (4/12) pukul 12.00 WIB.
Kepala PT KAI Divisi Regional II Sumbar, Sulthon Hasanudin di Bukittinggi, Senin, mengatakan hal itu dilakukan untuk memberi kesempatan warga membongkar sendiri bangunannya setelah sebelumnya PT KAI telah berulang kali menginformasikan pengosongan lahan.
"Pengosongan yang dilakukan hari ini, kami tunda terhitung pukul 12.00 WIB hingga Selasa(5/12) pukul 12.00 WIB. Ada waktu 24 jam bagi warga untuk membongkar sendiri bangunan," katanya.

Setalah kurun 24 jam tersebut, pembongkaran akan dilanjutkan oleh pihak PT KAI.
Terkait pengosongan lahan seluas 4,1 hektare itu, PT KAI Divisi Regional II Sumbar sebelumnya telah memberikan informasi sejak Februari 2017 hingga tiga kali surat pemberitahuan bagi warga penyewa atau debitur.
"Namun kami sayangkan warga tidak kunjung kosongkan sehingga terpaksa alat berat yang bekerja seperti pagi tadi," ujarnya.
Selain itu pihaknya juga menawarkan uang pembongkaran dan transportasi untuk memudahkan para debitur yaitu sebesar Rp200 ribu bagi bangunan semi permanen dan Rp250 ribu bagi bangunan permanen.
"Bagi warga yang mau bekerja sama, kami kasih. Sekarang ada waktu 24 jam jadi silakan hubungi bagian Manajer Aset," katanya.
Pengosongan aset PT KAI di Bukittinggi dilakukan untuk mengoptimalkan penggunaan lahan guna mendukung sektor unggulan di Bukittinggi sesuai rencana Menteri BUMN.
Bersama PT Patra Jasa, direncanakan di lahan itu akan dilakukan pembangunan hotel, balai ekonomi desa (balkondes) dan perbaikan masjid yang sudah berdiri di lahan tersebut.
"Namun reaktivasi jalur kereta api juga tetap jalan," katanya.
Ia mengharapkan para debitur mematuhi kontrak sewa menyewa dengan KAI yang salah satu isinya bila negara membutuhkan, warga bersedia menyerahkan lahan.
"Target kami pembongkaran selesai dalam dua hari, setelah itu lahan akan dipagari," katanya.
Sebelumnya pembongkaran yang dimulai hari ini sejak pukul 9.00 WIB sempat ricuh karena warga mencoba menghalangi alat berat bekerja.
Pembongkaran juga sempat diwarnai aksi demonstrasi oleh mahasiswa IAIN menolak pembongkaran.
Sejak pukul 12.00 WIB alat berat telah berhenti bekerja dan pembongkaran dilanjutkan dilakukan sendiri oleh warga. (*)
Pewarta: Ira Febrianti
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
