Padang, (Antara Sumbar) - Sebanyak 35 anggota tim Ekspedisi Nusantara Jaya (ENJ) 2017 dari Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman jalur pemuda koridor Provinsi Sumatera Barat akan melakukan pelayaran menuju Kabupaten Kepulauan Mentawai, Kamis malam (28/9).
Koordinator ENJ 2017 jalur pemuda Koridor Sumbar, Syahrul Rahmat di Padang, Kamis, mengatakan tim akan berangkat melalui Pelabuhan Teluk Bayur menggunakan kapal Perintis Sabuk Nusantara 37.
"Tim akan berada di daerah tersebut selama 10 hari untuk melakukan pendampingan terhadap masyarakat di daerah itu," katanya.
Anggota tim ekspedisi, ujarnya merupakan pemuda yang diseleksi oleh Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia.
Ia mengatakan, peserta ekspedisi itu dibagi dalam dua tim dengan tim satu sebanyak 18 orang dan tim dua 16 orang.
"Daerah tujuan pelayaran adalah Kecamatan Siberut Selatan, Kepulauan Mentawai tepatnya di Desa Madobag untuk tim satu dan Muntei untuk tim dua," sebutnya.
Syahrul menjelaskan dalam menjalankan misi selama 10 hari tersebut tim akan melakukan pendampingan dari berbagai bidang yaitu pendidikan, kesehatan, lingkungan, pariwisata dan ekonomi kreatif.
Selain itu, juga mempelajari sosial budaya masyarakat dan potensi daerah yang dapat dikembangkan sehingga dapat membantu mengembangkan daerah tersebut.
Sebelumnya, Wakil Gubernur Sumatera Barat, Nasrul Abit menyatakan program ENJ 2017 yang digagas oleh Kemenko Maritim dapat saling bersinergi dengan pemerintah daerah dalam membangun Mentawai.
"Nanti program yang disusun oleh tim ENJ Sumbar dapat disinergikan dengan program-program yang sebelumnya sudah kami siapkan," katanya.
Ia menyebutkan melalui ekspedisi itu nantinya para peserta dapat menyaksikan dan bersentuhan langsung dengan masyarakat Mentawai sehingga dapat menghasilkan rekomendasi-rekomendasi untuk pembangunan ke depan.
ENJ merupakan salah satu kegiatan besar yang menjadi bagi Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman untuk melakukan aksi nyata menuju Poros Maritim Dunia.
Kegiatan ekspedisi dilakukan di pulau-pulau terdepan, tertinggal dan terluar Indonesia. (*)
