
Tim Ekspedisi NKRI Gladi Bersih Upacara Penutupan
Jumat, 5 Juni 2015 11:18 WIB

Labuan Bajo, (Antara) - Tim Ekspedisi NKRI Koridor Kepulauan Nusa Tenggara 2015 menggelar gladi bersih rangkaian penutupan kegiatan ekspedisi di Pantai Gorontalo, Labuan Bajo, NTT, Jumat pagi.
Gladi bersih ini sendiri dimulai pada pukul 09.30 WITA dan berakhir sekitar pukul 10.30 WIB.
Adapun upacara penutupan Ekspedisi NKRI Koridor Kepulauan Nusa Tenggara 2015 akan diadakan pada Sabtu (6/6) di Pantai Gorontalo, Labuan Bajo, NTT mulai pukul 09.00 WITA dimana Wakil Komandan Staf Angkatan Darat Letjen TNI Muhammad Munir akan bertindak sebagai inspektur upacara.
Kegiatan tesebut juga akan dihadiri oleh Komandan Ekspedisi NKRI 2015 Danjen Kopassus Mayjen TNI Doni Monardo, Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Torry Djohar Banguntoro serta pejabat daerah setempat.
Menurut Kabagops Ekspedisi NKRI Koridor Kepulauan Nusa Tenggara Letkol Inf Yuri Elias, setelah upacara akan diadakan beberapa pertunjukan dari personel militer yaitu demonstrasi beladiri Yong Moo Do oleh 25 orang angota Kompi C Batalion 753 Kodam IX/Udayana.
Selain itu ada atraksi silat Merpati Putih, debus dan "double stick" atau "nunchaku" oleh anggota Kopassus. Selanjutnya ada pertunjukan terjun payung dari oleh 16 personel Persatuan Terjun Payung Angkatan Darat (PTPAD) yang membawa bendera TNI, Polri serta pemerintah daerah.
"Rangkaian acara akan ditutup oleh tarian kolosal penyambutan "Ndundu Ndake" oleh pemuda-pemudi Kabupaten Manggarai Barat", kata Yuri.
Di samping beragam acara tersebut, di waktu yang bersamaan juga akan ditampilkan hasil ekspedisi oleh tim yang terbagi dalam delapan sub koordinator wilayah (subkorwil) di wilayah Bali serta Nusa Tenggara.
Kegiatan Ekspedisi NKRI Kepulauan Nusa Tenggara, yang meliputi wilayah Bali, Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tengara Timur, melibatkan 1.227 personel yang terdiri dari berbagai elemen bangsa yaitu TNI, Polri, para peneliti, mahasiswa (akademisi), pemerintah daerah dan masyarakat.
Ekspedisi dibagi menjadi delapan wilayah yang disebut subkorwil, yaitu Subkorwil-1/Karangasem, Subkorwil-2/Lombok Timur ,Subkorwil- 3/Sumbawa, Subkorwil-4 Bima, Subkorwil-5/Sumba Barat Daya, Subkorwil- 6/Ende, Subkorwil -7/Alor, Subkorwil -8/Belu.
Secara umum, kegiatan ini dilakukan untuk mendata kerusakan hutan, menggali sumber daya mineral, mendata flora dan fauna yang endemik/hampir punah, mendata potensi bencana serta mendalami sosial budaya daerah terpencil dan terisolir. (*)
Pewarta: Michael Teguh Adiputra Siahaan
Editor: Inter
COPYRIGHT © ANTARA 2026
