Logo Header Antaranews Sumbar

Bupati Pasaman Minta Masyarakat Lestarikan Kesenian Ronggeng

Kamis, 27 Juli 2017 18:02 WIB
Image Print
Bupati Pasaman Yusuf Lubis menyaksikan penampilan kesenian tradisional Ronggeng, Kamis (27/7). (Antara Sumbar/Riko Saputra)

Lubuk Sikaping, (Antara Sumbar) - Bupati Pasaman, Sumatera Barat, Yusuf Lubis meminta masyarakat setempat melestarikan kesenian tradisional Ronggeng yang ada di daerah itu, agar tidak hilang tergerus zaman.

Kesenian Ronggeng merupakan perpaduan antara musik tradisional, pantun dan tari. Alat musik yang digunakan biola, tamburin dan botol kaca yang dipukul dengan menggunakan sendok. Penari Ronggeng ini menari berpasangan dengan menggunakan selendang.

"Pemerintah daerah memiliki perhatian besar terhadap pelestarian seni tradisional melalui kegiatan-kegiatan pembinaan seni budaya," kata dia di Lubuk Sikaping, Kamis.

Menurutnya, sebagai bukti dari pembinaan tersebut diselenggarakannya Festival Ronggeng antar-nagari (desa adat) di daerah itu.

"Kegiatan seperti ini harus dilaksanakan secara rutin sehingga seluruh budaya di Pasaman terjaga pelestariannya sebagai wujud pelaksanaan visi misi pemerintah daerah. Terutama bagi generasi muda kita," ujarnya.

Ia mengatakan jika tidak ada keinginan dan upaya generasi muda untuk mempelajari dan melestarikan seni tradisional Ronggeng ini maka tentu akan hilang.

"Generasi muda diharapkan untuk terus melestarikan seni dan budaya yang menjadi ciri khas daerah seperti Ronggeng, Tari Simuntu, Gondang Sembilan, Lukah Gilo dan lainnya yang sudah ada sejak dahulunya," katanya.

Selain itu, budaya dan kesenian tradisional asli daerah itu juga dapat menjadi daya tarik untuk meningkatkan kunjungan wisatawan.

"Wisatawan lokal dan mancanegara akan tertarik berkunjung ke Pasaman jika ada pertunjukan kesenian dan kebudayaan daerah itu," ujarnya.

Ia mengatakan seni tradisional yang dimiliki tersebut akan menjadi suatu kebanggaan tersendiri sehingga dapat memperarat persatuan dan kesatuan antarsuku dan agama yang ada di daerah itu.

"Meski perkembangan zaman saat ini semakin modern, tapi jangan sampai kita melupakan kesenian tradisional kita. Kita harus bisa memfilter kebudayaan barat yang masuk. Banggalah kita memiliki kesenian tradisional yang banyak dan akan diwariskan kepada anak cucu kita nantinya," katanya. (*)



Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026