
BPS : Indeks Tendensi Konsumen Sumbar Naik
Senin, 7 November 2016 19:27 WIB

Padang, (Antara Sumbar) - Badan Pusat Statistik (BPS) Sumatera Barat (Sumbar), mencatat indeks tendensi konsumen di daerah itu pada triwulan III 2016 mengalami kenaikan berada pada angka 109,53 atau meningkat dibandingkan triwulan II yang hanya 109,04.
"Artinya kondisi ekonomi konsumen di Sumbar meningkat dan lebih optimis dari triwulan sebelumnya," kata Kepala Bidang Neraca Wilayah dan Analisis Statistik BPS Sumbar Hefinanur di Padang, Senin.
Ia menjelaskan indeks tendensi konsumen adalah indikator perkembangan ekonomi terkini yang dihasilkan BPS melalui survei tendensi konsumen untuk menggambarkan kondisi ekonomi konsumen pada triwulan berjalan.
Lebih lanjut ia mengatakan dalam melaksanakan survei dilakukan secara panel antar triwulan untuk memperoleh gambaran yang lebih akurat mengenai perubahan persepsi konsumen antar waktu.
"Pelaksanaan survei dilakukan di Kabupaten Agam, Kota Padang, Kota Solok dan Kota Bukittinggi dengan jumlah sampel 28 blok sensus," ujarnya.
Ia menyampaikan meningkatnya indeks tendensi konsumen disebabkan dua variabel pembentuk yaitu pendapatan rumah tangga yang meningkat dari 101,79 pada triwulan II menjadi 106,82 pada triwulan III .
Kemudian, pengaruh inflasi terhadap total pengeluaran rumah tangga dan variabel volume atau frekuensi konsumsi rumah tangga, lanjutnya.
Ia mengatakan indeks tendensi konsumen Sumbar triwulan III 2016 berada di atas indeks nasional yang hanya 108,22 dan menempati urutan keempat tertinggi dari seluruh provinsi di Sumatera.
Sementara pada triwulan IV 2016 indeks tendensi konsumen Sumbar diperkirakan mencapai 106,28 atau lebih optimistis bila dibandingkan triwulan III.
Peningkatan kondisi ekonomi konsumen pada triwulan IV 2016 diperkirakan terjadi karena adanya peningkatan pendapatan rumah tangga mendatang dan rencana pembelian barang tahan lama, ujarnya.
Sebelumnya, Bank Indonesia (BI) perwakilan Sumbar mencatat pertumbuhan ekonomi di provinsi itu dalam tiga triwulan terakhir cukup baik dan tertinggi di Sumatera.
"Pada triwulan IV 2016 pertumbuhan ekonomi Sumbar 5,74 persen, triwulan I 2016 5,49 persen dan triwulan II naik jadi 5,78 persen," kata Kepala BI perwakilan Sumbar, Puji Atmoko.
Menurutnya pertumbuhan tersebut ditopang oleh konsumsi rumah tangga, belanja pemerintah serta investasi yang mendorong meningkatnya daya beli masyarakat.
BI memperkirakan pada 2016 pertumbuhan ekonomi Sumbar dapat mencapai 5,7 persen, katanya. (*)
Pewarta: Ikhwan Wahyudi
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
