Logo Header Antaranews Sumbar

Harga Cabai di Padang Tembus Rp80 Ribu

Rabu, 2 November 2016 09:31 WIB
Image Print
Cabai merah. (Antara)

Padang, (Antara Sumbar) - Harga komoditas cabai merah di Pasar Raya Padang, Sumatera Barat mengalami kenaikan mencapai Rp80 ribu per kilogram dari sebelumnya Rp64 ribu akibat pasokan kurang.


"Kenaikan sudah mulai sejak satu bulan terakhir, hari ini harga cabai merah mencapai Rp80 ribu per kilogram," kata salah seorang pedagang cabai di Pasar Raya Padang Wendy (49) di Padang, Rabu.

Ia mengatakan sejak satu bulan lalu harga cabai merah di Padang terus naik, dimana pada awalnya harga cabai yakni Rp48 ribu per kilogram kemudian naik menjadi Rp60 ribu terus menembus Rp64 ribu dan sekarang mencapai Rp80 ribu.

Tingginya harga cabai saat ini, sebutnya disebabkan kurangnya pasokan dari luar daerah. Rata-rata pasokan cabai berasal dari Jawa dan Medan, dengan harga yang sama yakni Rp80 ribu.

Pedagang cabai lainnya di Pasar Raya Padang Izal juga mengatakan hal senada yakni satu minggu terakhir harga cabai merah menembus Rp80 ribu per kilogram.

"Karena harga mahal, pembeli banyak yang mengurangi pembelian cabai merah tersebut, misalnya kalau biasanya mereka membeli satu kilogram, sekarang hanya setengah kilogram saja," kata dia.

Kemudian untuk bawang merah saat ini harganya masih stabil yakni Rp24 ribu per kilogram.

Sementara itu, salah seorang pembeli cabai di Pasar Raya Padang, Yulia Gustina (24) menyebutkan, meskipun harga cabai naik, masyarakat pasti tetap membelinya.

"Ini merupakan bahan pokok yang harus ada dan dibutuhkan, semoga ke depan pemerintah dapat mengatasi hal ini," kata guru bimbingan belajar asal Kabupaten Agam tersebut.

Sementara itu anggota DPRD Sumbar, Zigo Rolanda meminta pemerintah setempat untuk mengatasi harga cabai yang terus melonjak, dan menjaga pasokan tetap stabil di pasaran.

"Beberapa bulan belakangan ini harga cabai merah melonjak tinggi, naik turun tidak menentu sehingga menyulitkan masyarakat," kata dia di Padang, Senin.

Ia mengatakan pemerintah bisa mengatur musim tanam dan musim panen agar ketika permintaan banyak pasokan juga mencukupi sehingga harga tetap stabil.

Jika keduanya tidak dijaga, ujarnya, harga akan terus tidak menentu karena cabai merupakan bahan pokok yang pasti dibutuhkan masyarakat.

"Apalagi ketika musim hujan seperti sekarang, produksi cabai pasti berkurang," katanya.

Ia juga mengimbau masyarakat untuk menanam cabai di pekarangan rumah masing-masing agar tidak terus menerus bergantung pada pasokan di pasar dan juga dapat menekan inflasi.

"Di pot plastik juga bisa dan tidak membutuhkan tempat yang luas," kata Ketua Umum Himpunan Pengusaha Muda Indonesia Sumbar itu. (*)



Pewarta:
Editor: Inter
COPYRIGHT © ANTARA 2026