
Solok Selatan Minta Kepastian Rute TdS 2016
Jumat, 8 Juli 2016 14:18 WIB

Padang Aro, (Antara Sumbar) - Pemerintah Kabupaten Solok Selatan meminta kepastian apakah daerah yang berada di bagian Timur Sumatera Barat itu tetap akan dilalui event balap sepeda internasional Tour de Singkarak (TdS) pada 2016 atau tidak.
"Selama ini yang mendengungkan bahwa Solok Selatan batal dilalui TdS adalah media massa, sementara surat resmi dari panitia atau pun Kementerian Pariwisata belum kami terima," ujar Kepala Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olahraga Solok Selatan, Doni Hendra ketika dihubungi di Padang Aro, Jumat.
Ia berharap surat resmi pembatalan atau tidak rute TdS itu segera dikirim ke Solok Selatan. Dengan adanya surat tersebut, Pemerintah Kabupaten Solok Selatan bisa menindaklanjutinya apakah kepanitiaan yang telah terbentuk ini harus dibubarkan atau belum.
"Pada prinsipnya Solok Selatan sudah siap sebagai tuan rumah finis TdS tahun ini yang direncanakan pada etape kedelapan, " ujarnya.
Ia menjelaskan pelbagai persiapan telah dilakukan mulai dari kepanitiaan, acara hiburan, penyambutan dan survei. "Memang untuk survei kedua batal dilakukan," tambahnya.
Menurutnya dari segi kondisi jalan dari perbatasan Kabupaten Solok hingga ke Padang Aro, Solok Selatan, layak untuk dilalui para pebalap TdS, namun jalan yang banyak rusak dan terban berada di sepanjang Alahan Panjang hingga perbatasan Solok-Solok Selatan.
"Kemarin saya pulang kampung ke Padang Panjang. Saya lihat banyak jalan yang terban dan rusak di sepanjang Pantai Cermin hingga Alahan Panjang, Kabupaten Solok. Apalagi sekarang sedang dilakukan pelebaran jalan di daerah Air Dingin," terangnya.
Ia mengatakan jika kondisi jalan yang menjadi alasan kenapa rute TdS pada tahun ini ke Solok Selatan dibatalkan, berarti yang belum siap adalah Pemerintah Provinsi Sumbar dan Pemerintah Pusat karena perbaikan jalan tersebut bukan kewenangan Pemkab Solok Selatan atau pun Pemkab Solok.
Alasan pembatalan rute TdS ke Solok Selatan karena jalan yang menuju daerah itu banyak yang rusak dan rawan longsor.
Menurut surat yang diajukan Dinas Prasarana Jalan, Tata Ruang dan Permukiman Sumbar yang diajukan kepada gubernur setempat tertanggal 22 Juni 2016 menyebutkan rusa jalan nasional dari Lubuk Selasih, Kabupaten Solok menuju Muaralabuh, Solok Selatan sepanjang 125 Km banyak yang terban dan tebingnya rawan longsor.
Upaya perbaikan yang dilakukan Balai Pelaksana Jalan II Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat baru sebatas pemeliharaan rutin saja, sementara yang mesti dilakukan adalah rehabilitasi dan rekonstruksi dan saat ini masih diupayakan anggarannya oleh Balai Pelaksana Jalan II ke Kementerian PUPR.
Sesuai dengan kondisi jalan tersebut, Dinas Prasarana Jalan, Tata Ruang dan Permukiman menyarankan kepada Gubernur Sumbar bahwa ruas jalan Lubuk Selasih - Muaralabuh tidak layak dilewati para pebalap TdS pada tahun ini.
Sebelumnya, Bupati Solok Selatan Muzni Zakaria secara tegas menolak pembatalan rute dan lokasi finish TdS 2016 di daerah itu.
"Kami tidak bisa menerima rute TdS ke Kabupaten Solok Selatan dibatalkan secara sepihak oleh panitia, dengan alasan jalan rusak dan tidak cukup waktu untuk memperbaikinya," tambahnya.
Ia menyesalkan pembatalan ini tidak ada pemberitahuan secara lisan maupun tertulis, hal ini tentu saja tidak elok dilakukan.
Dia berharap pembatalan rute TdS yang finis di Solok Selatan bisa dicabut dan pihak terkait mengebut pengerjaan perbaikan jalan yang rusak.
Sementara Wakil Ketua DPRD Solok Selatan, Armen Syahjohan mendesak pemerintah setempat untuk melakukan koordinasi kepada pemprov dan Kementerian PUPR serta Kementerian Pariwisata agar daerah itu bisa dilalui rute TdS tahun ini.
"Tentunya kami berharap pembatalan ini bisa dicabut, karena banyak keuntungan jika Solok Selatan dilalui TdS. Selain perbaikan jalan juga dari segi promosi potensi daerah, khususnya pariwisata yang saat ini tengah dibangun oleh pemkab," lanjutnya.
Event TdS tahun ini direncanakan digelar pada 6 hingga 14 Agustus 2016. (*)
Pewarta: Joko Nugroho
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
