
Ingin Beli Pakaian Obral di Bukittinggi, Awas Desak-desakan
Senin, 4 Juli 2016 14:35 WIB

Bukittinggi, (Antara Sumbar) - Ratusan Pengunjung di Pasar Aur Kuning, Kota Bukittinggi, Sumatera Barat (Sumbar), lebih memilih berdesak-desakan membeli pakaian obral dibandingkan yang dijual di pertokoan jelang Lebaran.
"Tidak masalah berdesak-desakan, kalau beli barang obral, bisa beli lebih banyak," kata seorang pembeli yang berasal dari Batusangkar, Sani di Bukittinggi, Senin.
Ia menambahkan berbelanja pakaian obral di Bukittinggi hanya bisa dilakukan sekali setahun yakni pada momen menjelang Lebaran Idul Fitri dan ia mengaku memanfaatkan momentum tersebut tiap tahunnya.
"Harga yang ditawarkan saat obral di gang-gang pertokoan Pasar Aur Kuning itu pengurangannya bisa mencapai 50 persen. Baju yang biasanya dibeli seharga Rp100.000 per helai, menjelang Lebaran bisa dibeli seharga Rp50.000 saja," jelasnya.
Pembeli lainnya yang berasal dari Payakumbuh, Andri (29) mengaku lebih memilih berbelanja obral dibanding di dalam toko karena harganya jauh lebih murah dan terjangkau.
Menurutnya, kalau beli di toko, harganya tidak akan jauh beda jika berbelanja di daerahnya yakni Payakumbuh, namun jika beli obral bisa membawa pakaian sejumlah dua kali lipat dari biasanya.
"Jadi tidak masalah desak-desakan karena kualitas barangnya pun terjamin. Yang diobral kan barang toko juga, harganya saja yang lebih murah," tambahnya.
Sementara penjual pakaian obral Ranti (35) mengatakan menjual dengan sistem obral memang sudah biasa tiap jelang Lebaran, walaupun ia memiliki toko di Pasar Aur Kuning.
"Pengunjung lebih suka membeli yang diobral kalau jelang Lebaran, jadi saya tutup toko dan menjual secara obral di depan toko sendiri," lanjutnya.
Ia mengaku tidak rugi menjual dengan sistem obral tersebut karena sebenarnya menjual secara besar-besaran dengan harga murah itu juga dengan maksud menghabiskan barang.
Menurutnya, setelah Lebaran biasanya banyak stok barang baru yang akan masuk, jadi sekalian penghabisan barang serta berbagi pula jelang Lebaran dengan pembeli.
Dari pantauan di Pasar Aur Kuning itu, pengunjung bahkan rela mengantre lama, berdesak-desakan, bahkan ada yang terjepit untuk dapat memperoleh barang dengan harga lebih murah. (*)
Pewarta: Vicha Faradika
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
