Logo Header Antaranews Sumbar

Menkumham: Mantan Napi Mampu Bersaing Dunia Kerja

Selasa, 19 April 2016 15:49 WIB
Image Print

Jakarta, (Antara) - Menteri Hukum dan HAM Yasonna H Laoly mengatakan bahwa para warga binaan pemasyarakatan adalah pekerja yang potensial dan mampu berkompetisi usai menjalani masa tahanan.

"Mereka adalah kekuatan kerja yang berpotensi untuk bisa diberdayakan. Mereka ini SDM yang potensial, terampil, berkualitas dengan beragam hasil karya yang tidak hanya berskala nasional, namun juga internasional," kata Yasonna, di Jakarta, Selasa.

Pasalnya selama di lapas, para napi mendapatkan edukasi dan pelatihan untuk membuat berbagai macam produk kreatif sebagai bekal mereka saat bebas dari penjara kelak.

Yasonna menyayangkan adanya tudingan terhadap lapas selama ini yang dianggap sebagai sarang narkoba.

Padahal menurutnya, kenyataannya tidak semuanya demikian.

Ia mencontohkan mantan napi Lapas Narkotika Jakarta bernama Zainal Abidin.

Saat ini Zainal sudah bekerja di toko roti Holland Bakery, bahkan melatih para karyawan di beberapa toko Holland Bakery untuk membuat roti dan menghias kue.

Zainal diketahui mengikuti program pelatihan tata boga selama menjalani masa tahanan.

Selain Zainal, Yasonna mencontohkan para warga binaan di Lapas Porong telah memproduksi mebel yang mampu menembus pasar Korea Selatan dan Eropa.

"Warga binaan mampu memproduksi hasil-hasil kerajinan tangan, barang-barang yang bisa diekspor," katanya lagi.

Kementerian Hukum dan HAM melalui Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjen PAS) memamerkan hasil karya warga binaan pemasyarakatan dari 33 Divisi PAS Kantor Wilayah Kemenkumham melalui Pameran Unggulan Narapidana Tahun 2016 dengan tema Kreativitas Tanpa Batas Meski Tempat Terbatas.

Pameran ini digelar di Plasa Pameran Industri Kemenperin, Jakarta Selatan mulai 19-22 April 2016.

Yasonna berharap dengan diselenggarakan pameran ini dapat mendorong warga binaan untuk terus berkarya dan menghasilkan produk-produk unggulan.

Selain itu, juga sebagai ajang promosi kepada para pemangku kepentingan untuk dapat bekerjasama memproduksi dan memasarkan hasil karya unggulan warga binaan.

Melalui pameran ini, kata dia lagi, pihaknya ingin menunjukkan kepada masyarakat luas bahwa para warga binaan pemasyarakatan mampu untuk berbuat hal-hal berguna dan membuat produk yang memiliki nilai jual sebagai bekal saat bebas dari penjara. (*)



Pewarta:
Editor: Inter
COPYRIGHT © ANTARA 2026