
Mentawai Butuh Bantuan 10 Unit Kapal Nelayan
Selasa, 12 Januari 2016 14:47 WIB

Mentawai, (AntaraSumbar) - Pemerintah Kabupaten Kepulauan Mentawai mengajukan bantuan 10 unit kapal kepada Kementerian Kelautan dan Perikanan untuk nelayan para tradisional di daerah itu.
Bupati Kepulauan Mentawai Yudas Sabaggalet di Tuapejat, Selasa mengatakan pengajuan bantuan tersebut untuk mendorong masyarakat nelayan untuk bisa meningkatkan hasil tangkapan yang berdampak pada peningkatan taraf hidup nelayan itu sendiri.
"Bantuan yang kami ajukan itu yakni kapal ukuran 5 gross tonnage (GT). Mudah-mudahan pemerintah dapat merealisasikan bantuan tersebut," katanya.
Ia menjelaskan, selain dapat mendorong taraf hidup masyarakat nelayan di daerah itu, jika bantuan kapal tersebut dapat terwujud, maka juga dapat difungsikan untuk pengawasan laut Mentawai terhadap kapal-kapal asing yang masuk dan melakukan tindakan pencurian ikan.
"Selama ini masyarakat nelayan Mentawai hanya menggunakan mesin tempel dan hanya dapat digunakan sejauh dua mil. Jika bantuan itu terwujud nelayan tentunya dapat lebih maksimal terhadap hasil tangkapan," katanya.
Ia menambahkan, hal mendasar yang dihadapi masyarakat nelayan Mentawai yakni besarnya biaya operasional yang tidak sebanding dengan hasil tangkapan sehingga berdampak terhadap harga jual.
Ia berharap dengan terwujudnya bantuan tersebut dapat meningkatkan taraf hidup nelayan Mentawai serta mampu menciptakan daya saing dengan hasil tangkapan yang berkualitas.
Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Kepulauan Mentawai Edi Sukarni mengakui pengajuan bantuan kapal tersebut sedikit terlambat karena daerah itu tidak memiliki pabrik es dan sarana listrik yang memadai.
"Sekarang kami sudah memilki pabrik es dan listrik yang cukup, itu salah satu indikator untuk dapat menerima bantuan kapal dari Kementdrian Kelautan dan Perikanan," katanya.
Lebih lanjut ia mengatakan, pada 2015, daerah itu sudah menerima bantuan satu unit kapal ukuran 10 GT. Kapal itu saat ini sudah dikelola kelompok nelayan Masabuk Jaya B.
Kapal tersebut, katanya, dapat menampung muatan tangkapan ikan sampai dua ton, serta dilengkapi dengan mesin penarik jaring atau alat tangkap ikan lainnya. (*)
Pewarta: Agung Pambudi
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
