Logo Header Antaranews Sumbar

Unidha Padang Wisuda 204 Mahasiswa

Senin, 23 November 2015 20:20 WIB
Image Print

Padang, (AntaraSumbar) - Universitas Dharma Andalas (Unidha) Padang mewisuda 204 mahasiswa di Padang, 23 November 2015.

Rektor Unidha Padang, Syukri Lukman di Padang, Senin, menyebutkan, pada wisuda Unidha XXXVIII sebanyak 204 mahasiswa yang diwisuda. Dengan rincian 92 orang Untuk program S-1, dan 34 orang program D3 manajemen, dan 78 orang D3 akutansi.

Ia mengatakan perjuangan dan proses wisudawan/timasih belum berakhir. Pertama perjuangan yang akan dilewati dalam dunia kerja dengan persaingan semakin berat.

"Kesuksesan itu tidak didapatkan dengan mudah. Harus ada usaha dan perjuangan untuk melewatinya, bukan dengan cara instan," ujarnya.

Selain itu, kesuksesan juga ditentukan dari cara berpikir dan karakter yang baik, seperti kemampuan kerja sama, berpikir inovatif, dan kreatif yang merupakan dasar dalam dunia kerja.

"Dalam memasuki dunia kerja kemampuan 'soft skill' sangat penting karena Indeks Pertasi Kumulatif (IPK) yang tinggi tidak menjamin dalam memasuki dunia kerja," kata dia.

Ia menambahkan Unidha mengedepankan karakter budi pekerti yang luhur dan akhlak dalam menegakkan nilai-nilai kebenaran sehingga wisudawan/ti dapat bersaing di dunia kerja.

Sementara itu, Ketua Yayasan Pendidikan Dharma Andalas (YPDA), Satni Eka Putra mengatakan Unidha telah memberi bekal kepada wisudawan/ti dalam menghadapi dunia kerja.

"Kami telah memberi bekal untuk berkarya dalam mengahadapi dunia kerja hanya butuh kemaun dan tekad dalam mendapatkan pekerjaan," ujarnya.

Ia mengatakan para mahasiswa jangan menjadikan PNS sebagai acuan kerja utama, setelah diwisuda. Karena akan lebih baik jika mahasiswa berdikari dan membuka peluang usaha sendiri.

"Wisuda bukan akhir dalam menuntut ilmu tetapi dapat dilanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi. Selain itu, rendah hati, jujur dan ikhlas akan membawa kesuksesan," kata dia.

Sementara itu, Kepala Koordinator Perguruan Tinggi Swasta (Kopertis) Wilayah X, Ganefri, mengatakan dalam menghadapi Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) pada 2016 yang merupakan pasar bebas dalam hal tenaga kerja sehingga Wisuwan/ti dapat bersaing dalam dunia kerja.

"Komunikasi menjadi indikator dalam dunia kerja, apalagi pada MEA nantinya. Maka dari itu, tingkatkan kemampuan komunikasi terutama dari segi bahasa inggris dan bahasa asing lainnya," ujarnya.

Ia mengatakan kamampuan komunikasi merupakan tantangan terbesar yang akan menentukan dalam menghadapi dunia kerja. Selain itu, wisudawan/ti harus mencari pengalaman bukan berorientasi pada keuntungan
Salah satu orang tua wisudawan, Hadral, berharap agar ilmu yang didapatkan anaknya selama kuliah, hingga mendapatkan gelar sarjana di Unidha, dapat digunakan dan dibaktikan kepada masyarakat.

"Wisuda ini menjadi awal dalam mencari pekerjaan untuk anak saya bukan awal dari pengangguran," katanya. (cpw)



Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026