Logo Header Antaranews Sumbar

Pemkot Bukittinggi wisuda 638 peserta Sekolah Keluarga Gemilang 2026

Selasa, 21 Juli 2026 14:38 WIB
Image Print
Wali Kota Bukittinggi, Ramlan Nurmatias bersama ratusan peserta Sekolah Keluarga Gemilang yang diwisuda, Selasa (21/7. Program ini merupakan salah satu program prioritas Pemko Bukittinggi untuk mewujudkan visi Bukittinggi Gemilang, Berkeadilan dan Berbudaya. ANTARA/AL FATAH

Bukittinggi (ANTARA) - Pemerintah Kota Bukittinggi melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3APPKB) menggelar Wisuda Sekolah Keluarga Gemilang Tahun 2026, Selasa.

Wali Kota Bukittinggi, Ramlan Nurmatias, menyampaikan, Sekolah Keluarga Gemilang merupakan salah satu program prioritas Pemko Bukittinggi untuk mewujudkan visi Bukittinggi Gemilang, Berkeadilan dan Berbudaya.

"Program yang telah berjalan sejak 2018 dan bertransformasi pada 2025 ini bertujuan meningkatkan kualitas keluarga sebagai fondasi menciptakan generasi emas yang cerdas, sehat, berakhlak, dan berdaya saing," kata Ramlan.

Ia mengatakan di tengah perkembangan teknologi dan berbagai tantangan sosial, keluarga harus menjadi tempat pertama memberikan pendidikan, keteladanan dan perlindungan.

"Sekolah Keluarga Gemilang merupakan wujud kehadiran Pemko Bukittinggi dalam memperkuat ketahanan keluarga yang tidak cukup hanya mengandalkan naluri, tetapi harus dibangun dengan ilmu yang terus ditingkatkan," kata Wako.

Pemkot Bukittinggi berkomitmen melanjutkan Sekolah Keluarga Gemilang setiap tahun sebagai upaya memperkuat ketahanan keluarga dan mengatasi berbagai permasalahan sosial.

"Saya mengajak para wisudawan menjadi pelopor keluarga berkualitas dengan mengamalkan ilmu yang telah diperoleh di lingkungan masing-masing," kata Wako Ramlan.

Ketua TP PKK Kota Bukittinggi, Yesi Ramlan Nurmatias selaku inisiator Sekolah Keluarga Gemilang Kota Bukittinggi, menyampaikan, Sekolah Keluarga berawal pada tahun 2018 sebagai respons terhadap semakin beragamnya permasalahan sosial di tengah masyarakat.

Berangkat dari pemikiran bahwa akar berbagai persoalan tersebut berada pada melemahnya fungsi keluarga, lahirlah Sekolah Keluarga sebagai inovasi daerah untuk membangun ketahanan keluarga melalui pendidikan masyarakat.

"Melalui Sekolah Keluarga Gemilang, kami ingin hadir di tengah-tengah masyarakat untuk menjawab berbagai keresahan mengenai kehidupan dalam berkeluarga. Dalam membangun ketahanan keluarga harus berlandaskan ilmu. Kami berharap pada tahun 2045 lahir generasi gemilang dari para orang tua yang luar biasa," ujarnya.

Kepala Dinas P3APPKB Kota Bukittinggi, Susi Yanti, menyebut pada tahun 2026 sebanyak 720 orang mendaftar Sekolah Keluarga Gemilang, 699 orang mengikuti pembelajaran selama 15 kali pertemuan, dan 638 peserta berhak diwisuda.

Wisudawan terdiri dari 203 peserta dari Kecamatan Aur Birugo Tigo Baleh, 193 peserta dari Kecamatan Guguk Panjang, dan 242 peserta dari Kecamatan Mandiangin Koto Selayan. Dari total peserta yang diwisuda tersebut, 8 orang merupakan peserta laki-laki.

"Pembelajaran dilaksanakan berdasarkan Modul Sekolah Keluarga Gemilang dalam 15 kali pertemuan yang menghadirkan sekitar 100 narasumber di 24 kelas pada 24 kelurahan. Materi yang diberikan meliputi pengasuhan di era digital, manajemen konflik keluarga, perencanaan ekonomi dan keuangan keluarga, pelestarian adat Minangkabau, pengelolaan sampah, serta pencegahan narkoba dan HIV/AIDS," kata Susi Yanti.



Pewarta:
Uploader: Laras Robert
COPYRIGHT © ANTARA 2026