
Kadisdik: Beberapa Siswa Solok Selatan Terserang ISPA
Senin, 5 Oktober 2015 12:48 WIB

Padang Aro, (Antara) - Kepala Dinas Pendidikan Solok Selatan, Sumatera Barat, Fidel Efendi menyebutkan beberapa sekolah di daerah itu telah melaporkan adanya siswa yang terserang Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) akibat kabut asap.
"Sudah ada beberapa sekolah yang melaporkan siswanya yang terserang ISPA akibat kabut asap. Jumlahnya memang tidak banyak," katanya di Padang Aro, Senin.
Kendati demikian pihaknya masih menunggu status Kejadian Luar Biasa (KLB) kabut asap agar bisa meliburkan sekolah di daerah setempat.
"Kami masih menunggu status KLB kabut asap untuk mengambil kebijakan meliburkan sekolah. Saat ini kami hanya menyarankan agar kepala sekolah ambil kebijakan agar para siswanya menggunakan masker," katanya.
Ia mengatakan, pihaknya telah menginstruksi kepada para kepala sekolah untuk mengajukan permohonan bantuan masker ke Dinas Kesehatan setempat, dan mengurangi aktivitas kegiatan di luar ruangan.
"Jika ada sekolah yang muridnya belum menggunakan masker, berarti kepala sekolah itu yang belum mengajukan permintaan masker ke Dinas Kesehatan," katanya.
Sementara Kepala Dinas Kesehatan Solok Selatan, Novirman, menyebutkan kondisi polusi udara akibat kabut asap di daerah itu dalam kategori tidak sehat dan masih berstatus waspada.
"Statusnya masih waspada, belum darurat. Dalam menetapkan status ini merupakan kewenangan BPBD," katanya.
Ia menyebutkan, pihaknya sudah menyalurkan masker ke puskesmas-puskesmas untuk lebih memudahkan masyarakat untuk mendapatkannya.
Jika pihak sekolah ingin mengajukan bantuan masker, katanya, pihaknya meminta ke puskesmas.
Ia menambahkan, hingga minggu ketiga September laporan ISPA di daerah itu sebanyak 784 orang. Sementara pada bulan Agustus 2015 laporan ISPA sebanyak 1.311 orang.
Sementara Kepala Kantor Lingkungan Hidup (KLH) setempat, Hapison, mengatakan pihaknya telah mengajukan telaah staf kepada bupati agar digelar rapat bersama instansi terkait gunakan memutuskan kebijakan terkait kabut asap ini.
"Telaah staf itu arahnya ubah status dan meliburkan sekolah," katanya.
Ketua Komisi III DPRD Solok Selatan, Solikhin, sebelumnya telah mendesak pemerintah setempat agar meliburkan sekolah jika kabut asap tersebut sudah tidak menyehatkan dan membahayakan bagi masyarakat.
"Kami meminta instansi terkait, Dinas Kesehatan dan Dinas Pendidikan, untuk mengambil langkah-langkah tepat terkait kabut asap kiriman ini," katanya. (*)
Pewarta: Joko Nugroho
Editor: Inter
COPYRIGHT © ANTARA 2026
