
Ali Yusuf: Mempertahankan Ideologi Pancasila Kewajiban Bangsa Indonesia
Kamis, 1 Oktober 2015 21:55 WIB

Sawahlunto, (AntaraSumbar) - Wali Kota Sawahlunto Ali Yusuf, menegaskan upaya mempertahankan Pancasila sebagai ideologi sekaligus falsafah hidup merupakan kewajiban seluruh bangsa Indonesia sebagai negara yang merdeka dan berdaulat.
"Pancasila sebagai dasar negara kita adalah harga mati yang tidak bisa ditawar-tawar lagi untuk ditegakkan di bumi pertiwi," kata dia saat diwawancarai usai menjadi inspektur upacara peringatan Hari Kesaktian Pancasila dikawasan Lapangan Sepakbola Ombilin, Kamis.
Dia meminta, agar seluruh sekolah mulai dari tingkat dasar segera menyosialisasikan kembali nilai-nilai yang terkandung dalam lima sila yang merupakan intisari dari kearifan lokal warga negara yang terdiri dari berbagai suku dan golongandari berbagai pulau, dalam konteks menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Menurutnya, menanamkan rasa nasionalisme pada generasi muda sebagai penerus bangsa, diyakini akan mampu menjadi benteng yang kuat dalam membendung masuknya idiologi-idiologi serta paham yang menganut radikalisme, sehingga kehidupan berbangsa dan bernegara dapat dibangun menjadi semakin baik dan pada akhirnya mampu menjadikan bangsa Indonesia sebagai bangsa yang maju dan memiliki karakter yang kuat dalam pergaulan negara-negara di dunia.
"Mari kita semua menelaah kembali nilai-nilai luhur yang ada itu dan menjadikannya sebagai dasar yang kuat untuk meraih kembali kebanggaan menjadi bagian dari sebuah bangsa yang besar, yakni bangsa Indonesia," kata dia.
Sementara itu, Kapolres Kota Sawahlunto, AKBP Djoko Ananto SIK, menilai saat ini ada baiknya mata pelajaran Pendidikan Moral Pancasila (PMP) kembali diajarkan sejak tingkat dasar hingga perguruan tinggi, sebagai upaya menyiapkan mental dan karakter generasi penerus bangsa dapat dilakukan secara terarah, terukur dan berjenjang.
Disamping itu, jelasnya, hal itu juga akan menumbuhkan kembali rasa cinta Tanah Air dan semangat bela negara dalam kerangka ketahanan nasional bai seluruh lapisan masyarakat, yang saat ini terus tergerus oleh derasnya arus pengaruh budaya luar.
"Gerakkan juga melalui lomba-lomba pada seluruh lapisan dan tingkatan masyarakat agar rasa nasionalisme dan patriotisme dapat ditanamkan sebagai karakter bangsa, sehingga seluruh persoalan dan tantangan yang dihadapi negara Indonesia saat ini mampu diselesaikan dengan baik," kata dia.
Senada, Wakapolres Sawahlunto Kompol Budi Siswono, juga menegaskan tentang pentingnya membangun kembali semangat patriotisme ditengah-tengah masyarakat.
Menurutnya, hal tersebut dapat diaplikasikan melalui kegiatan-kegiatan pengamanan swakarsa melalui pembentukan pos keamanan lingkungan serta menjaga anggota keluarga dari pengaruh budaya - budaya yang tidak sesuai dengan karakter bangsa.
"Menjaga kondusifnya situasi Kamtibmas juga membutuhkan semangat cinta tanah air dan bela negara yang tinggi dari masyarakat, agar cita-cita bangsa Indonesia sebagai negara yang merdeka dan berkedaulatan rakyat ini dapat dicapai sesuai dengan amanat yang terkandung dalam idiologi negara dan falsafah hidup bangsa Indonesia, yakni Pancasila," tegas dia.
Sebelumnya, Presiden RI Joko Widodo meminta semua pihak terus menjaga Pancasila dengan waspada pada semua hal yang berusaha mengganti dasar negara.
"Kita tetap harus waspada jangan sampai kurang kewaspadaan sehingga peristiwa seperti (bisa terjadi lagi, red.) meski saya yakin tidak akan kejadian lagi," kata Presiden usai menjadi inspektur upacara dalam peringatan Hari Kesaktian Pancasila di Monumen Pancasila Sakti, Lubang Buaya, Jakarta, Kamis. (cpw7)
Pewarta: Rully Firmansyah
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
