
Tingkat Pengangguran di Sumbar Turun, Menurut BPS
Selasa, 5 Mei 2015 17:36 WIB

Padang, (Antara) - Badan Pusat Statistik (BPS) Sumatera Barat (Sumbar) mencatat tingkat pengangguran terbuka di daerah itu turun dari 6,50 persen pada Agustus 2014 menjadi 5,99 persen atau berjumlah 148,68 ribu jiwa pada Februari 2015.
"Ada dua penyebab turunnya angka pengangguran tersebut, pertama karena adanya kebiasaan merantau dan yang kedua karena pertumbuhan ekonomi yang relatif baik," kata Kepala BPS Sumbar Yomin Tofri di Padang, Selasa.
Ia menjelaskan Sumatera Barat memiliki tradisi merantau dimana banyak warganya yang memilih bekerja ke daerah lain sehingga pengangguran di daerah asal menjadi berkurang.
Kemudian, pada sisi lain perekonomian saat ini tumbuh cukup baik sehingga dapat menyerap tenaga kerja.
Tingkat pengangguran terbuka di Sumbar berdasarkan pendidikan masih didominasi lulusan SMK sebesar 11,75 persen, universitas sebesar 11,40 persen dan yang terendah tingkat SD ke bawah sebesar 2,44 persen.
Jika dibandingkan dengan Februari 2014, tingkat pengangguran terbuka pada semua tingkat pendidikan mengalami penurunan kecuali pada tingkat pendidikan menengah dan tinggi.
Sementara penyerapan tenaga kerja hingga Februari 2015 masih didominasi oleh penduduk bekerja berpendidikan rendah yaitu SD kebawah sebanyak 953,3 ribu orang atau 40,88 persen, SMP 440,5 ribu orang atau 18,89 persen.
Sedangkan penduduk bekerja berpendidikan tinggi hanya sebanyak 311,2 ribu orang terdiri atas 96,5 ribu orang atau 4,14 persen berpendidikan diploma dan sebanyak 214,7 orang atau 9,21 persen berpendidikan universitas.
Kepala Bidang Statistik Distribusi BPS Sumbar Azwir menjelaskan angkatan kerja adalah penduduk berusia 15 tahun atau lebih yang bekerja, atau punya pekerjaan namun sementara tidak bekerja.
Ia menambahkan penganggur terbuka adalah masyarakat yang tidak punya pekerjaan dan mencari pekerjaan atau sedang mempersiapkan usaha, atau yang tidak mencari kerja karena merasa tidak mungkin mendapatkannya serta mereka yang sudah punya pekerjaan tapi belum mulai bekerja. (*)
Pewarta: Ikhwan Wahyudi
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
