Logo Header Antaranews Sumbar

Riset untuk masyarakat, Tim PkM Unbrah latih KWT Bayam Merah Aia Pacah produksi roll on aromaterapi

Senin, 7 September 2026 07:12 WIB
Image Print
Dosen PkM sedang menjelaskan cara membuat aromaterapi kepada salah satu anggota kelompok tani. (ANTARA/HO-Unbrah)

Padang (ANTARA) - Pemanfaatan bahan alam memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi produk kefarmasian inovatif yang bernilai tambah. Pengembangannya membutuhkan pengetahuan mengenai formulasi, pemilihan bahan, keamanan penggunaan, serta teknik pengolahan yang tepat.

Keilmuan kefarmasian dapat diterapkan langsung dalam pemberdayaan masyarakat melalui transfer pengetahuan dan teknologi sederhana. Pendampingan tersebut dapat meningkatkan keterampilan masyarakat dalam menghasilkan produk berbasis bahan alam yang aman dan bermanfaat.

Atas dasar itu, tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) yang diketuai apt. Yahdian Rasyadi, M.Farm., bersama apt. Fitri Wahyuni, M.Farm., apt. Wida Ningsih, M.Farm., apt. Ully Chairunisa, M.Farm. dari Universitas Baiturrahmah, serta apt. Selvi Merwanta, M.Farm. dari STIKes Ranah Minang Padang melaksanakan pelatihan pembuatan sediaan roll on aromaterapi. Kegiatan turut melibatkan tiga mahasiswa Unbrah, yakni Ropa Nur Azizah, Syahra Dwi Mulyawati, dan Anggi Gustina Jaya.

Kegiatan bertema “Pemberdayaan Masyarakat melalui Pelatihan Pembuatan Sediaan Roll On Aromaterapi pada Kelompok Wanita Tani Bayam Merah Kota Padang” tersebut dilaksanakan pada Sabtu, 5 September 2026 di Kelompok Wanita Tani Bayam Merah, Kelurahan Aia Pacah, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang.

Sasaran kegiatan adalah 15 anggota Kelompok Wanita Tani (KWT) Bayam Merah Aia Pacah. Kelompok yang diketuai Animar tersebut aktif dalam kegiatan pertanian hortikultura dan memiliki potensi untuk diberdayakan melalui pengembangan inovasi produk berbasis bahan alam.

Pelaksanaan kegiatan diawali dengan edukasi mengenai prinsip dasar aromaterapi dan pemanfaatan bahan alam dari perspektif kefarmasian. Peserta diperkenalkan dengan minyak atsiri, fungsi masing-masing bahan penyusun roll on, keamanan penggunaan bahan, serta prinsip formulasi sediaan yang sederhana. Materi tersebut menjadi bagian penting agar masyarakat tidak hanya mampu membuat produk, tetapi juga memahami bahan yang digunakan.

Pelatihan pembuatan sediaan roll on aromaterapi dipandu oleh apt. Ully Chairunisa, M.Farm. bersama tim PkM. Melalui kegiatan ini, pengetahuan kefarmasian yang selama ini dikembangkan di lingkungan perguruan tinggi ditransfer kepada masyarakat dalam bentuk teknologi yang mudah dipahami dan dipraktikkan.

Setelah memperoleh materi dan demonstrasi, peserta melakukan praktik langsung pembuatan sediaan roll on aromaterapi. Produk dibuat dalam beberapa pilihan aroma, yakni orange, lavender, sereh, dan eucalyptus, dengan mengikuti tahapan formulasi yang telah diperkenalkan oleh tim.

Peserta mempraktikkan tahapan mulai dari pencampuran bahan, pengisian sediaan ke dalam botol roll on, hingga pengemasan. Pendampingan juga diberikan dalam pembuatan label produk sebagai pengenalan terhadap pentingnya identitas dan informasi produk dalam pengembangan suatu sediaan.

Untuk mendukung keberlanjutan program, tim menyediakan poster alur pembuatan produk sebagai media edukasi. Dengan panduan tersebut, anggota KWT diharapkan dapat mengingat kembali tahapan pembuatan dan mengembangkan keterampilan yang diperoleh secara mandiri setelah kegiatan berakhir.

Dosen PkM sedang menjelaskan cara membuat aromaterapi kepada salah satu anggota kelompok tani. (ANTARA/HO-Unbrah)

Kegiatan ini sekaligus memperlihatkan penerapan keilmuan kefarmasian di tengah masyarakat, khususnya dalam pengembangan sediaan berbasis bahan alam. Melalui pendekatan tersebut, hasil riset dan pengetahuan mengenai formulasi tidak berhenti di lingkungan akademik, tetapi dihilirkan menjadi keterampilan yang dapat dimanfaatkan masyarakat.

Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan meningkatkan keterampilan KWT Bayam Merah Aia Pacah dalam membuat sediaan roll on aromaterapi, meningkatkan pemahaman mengenai formulasi dan keamanan bahan, serta mendorong pemanfaatan bahan alam menjadi produk bernilai tambah. Kegiatan yang didukung Hibah Yayasan Pendidikan Baiturrahmah IV Tahun 2025 tersebut juga menjadi implementasi keilmuan kefarmasian melalui pemberdayaan masyarakat.*



Pewarta:
Editor: Miko Elfisha
COPYRIGHT © ANTARA 2026