
Agam Dapat Bantuan Kandang Burung Hantu
Kamis, 23 April 2015 16:24 WIB

Lubuk Basung, (Antara) - Kabupaten Agam mendapatkan bantuan kandang burung hantu sebanyak empat unit dari Balai Perlindungan Tanaman Pangan dan Hortikultura (BPTPH) Sumatera Barat (Sumbar).
Sekretaris Dinas Pertanian Tanaman Pangan Hortikultura dan Peternakan Agam, Arif Restu di Lubuk Basung, Kamis, mengatakan bantuan kandang burung hantu dengan harga sekitar Rp2,5 juta perunit, akan diperuntukan untuk Kecamatan Tanjung Raya.
"Keempat unit kandang burung hantu ini akan diserahkan kepada Nagari Koto Kaciak sebanyak tiga unit dan Nagari Sungai Batang sebanyak satu unit," katanya.
Agar burung hantu menetap di kandang, katanya, pihaknya akan memancing dengan anak burung hantu selama 15 hari.
Setelah itu, burung hantu tersebut akan menetap untuk selamanya di lokasi yang telah disediakan, asalkan tidak diganggu oleh warga setempat.
"Kami juga melibatkan satu orang anggota kelompok tani setiap nagari, untuk memantau aktifitas burung hantu tersebut," katanya.
Saat ini, tambah dia, sebanyak tiga kecamatan di Agam, yakni Tanjung Raya, Palembayan dan Lubuk Basung telah mendapatkan bantuan kandang burung hantu.
Sementara populasi burung hantu di tiga kecamatan tersebut sekitar 1.000 ekor dan budidaya burung hantu ini dilakukan semenjak 1997, setelah lahan pertanian di Tanjung Raya diserang hama tikus.
Budidaya burung hantu bertujuan untuk mengatasi perkembangan hama tikus pada lahan pertanian di daerah itu, sehingga hama tikus tidak menyerang lahan pertanian mereka.
"Burung hantu ini merupakan salah satu musuh alami dari hama tikus yang menyerang lahan pertanian. Saya berharap kepada warga agar tidak memburu burung hantu tersebut," katanya.
Selama 2015, katanya, sekitar 26,5 hektare lahan pertanian di Lubuk Basung dan Tanjung Raya, di serang hama tikus dengan kondisi ringan. Sementara pada 2014 sekitar puluhan hektare lahan diserang hama tikus. (*)
Pewarta: Yusrizal
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
