Logo Header Antaranews Sumbar

Kantor Polisi-Militer Penunggak Terbesar PLN Sawahlunto

Senin, 9 Maret 2015 13:27 WIB
Image Print

Sawahlunto, (Antara) - Kantor polisi di jajaran Kepolisian Resor Kota Sawahlunto dan Kantor Komando Rayon Militer (Koramil) tercatat sebagai pelanggan dengan nilai tunggakan terbesar di daerah itu. Supervisor Administrasi dan Pelayanan Pelanggan PLN Ranting Kota Sawahlunto, Yulius Ferianto di Sawahlunto, Senin, mengatakan pihaknya tidak bisa berbuat apa-apa karena pengelolaannya bukan kewenangan PLN Ranting Kota Sawahlunto. "Pembayaran tagihan biasanya ditangani langsung oleh pihak Kepolisian Daerah (Polda) Sumatera Barat (Sumbar) dan Komando Resor Militer (Korem) 032 Wirabraja melalui Kantor Wilayah PT PLN Sumbar," kata dia. Meskipun demikian, kata dia, nilai keseluruhan jumlah tunggakan untuk kota itu terbilang kecil, yakni sebesar Rp10 juta sampai Rp20 juta dari total nilai piutang lancar sebesar Rp1,6 miliar setiap bulannya. "Tingkat kepatuhan dan kesadaran pelanggan kota ini dalam membayar tagihan cukup tinggi melalui tempat-tempat pembayaran tagihan listrik yang tersebar di sejumlah tempat," jelas dia. Dia mengatakan, untuk memudahkan pelanggan membayar tagihan pihaknya juga membangun kerja sama dengan pihak lain. "Mendekatkan tempat pembayaran ke kawasan permukiman masyarakat pelanggan menjadi salah satu strategi kami dalam meningkatkan jumlah penerimaan," ujar dia. Karena, lanjut dia, faktor tidak adanya kesempatan karena kesibukan pelanggan atau keterbatasan alat transportasi dalam membayar tagihan yang selama ini sering terjadi, secara perlahan bisa dikurangi. Terkait seringnya terjadi pemadaman listrik di kota itu belakangan ini, dia mengaku hal itu terjadi karena adanya gangguan jaringan yang disebabkan kabel induk terkena dahan kayu, sebagai penyebab utamanya. "Jaringan induk dibuat sangat sensitif, apabila tersentuh maka transmisi arus listrik akan mati secara otomatis," kata dia. Menurut dia, tingkat sensitif yang tinggi itu sebagai bentuk upaya mengurangi resiko dan potensi jumlah korban akibat tersengat aliran listrik ketika kabel transmisinya terganggu. "Jaringan harus steril dalam radius dua meter bujur sangkar guna menghindari pemutusan transmisi tiba-tiba," ujar dia. Dia mengatakan, ketika ada sentuhan dari dahan kayu, selama dahan itu masih melekat pada kabel maka aliran listrik tidak bisa di transmisi pada jalur yang terkena. "Petugas harus mencari dan membersihkan dahulu jaringan itu sebelum dialiri arus, dan itu cukup memakan waktu apalagi dalam kondisi cuaca buruk," jelas dia. Pihaknya menghimbau agar masyarakat tidak lagi menanam pohon dibawah jaringan transmisi listrik. "Bagi yang sudah tertanam, kami minta masyarakat merelakan pohon miliknya kami tebang. Disamping mengganggu pelayanan, hal itu dilakukan demi menghindari korban akibat tersengat aliran listrik yang mengalir di pohon itu ketika bersentuhan dengan kabel transmisi," kata dia. (**/cpw7)



Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026