Logo Header Antaranews Sumbar

BKM Nurul Ikhlas Fokus Kembangkan Ayam Petelur

Sabtu, 21 Februari 2015 16:04 WIB
Image Print

Sawahlunto, (Antara) - Badan Keswadayaan Masyarakat (BKM) Nurul Ikhlas di Kota Sawahlunto, Sumatera Barat (Sumbar), fokus mengembangkan usaha ternak ayam petelur di kawasan Dusun Sumpahan, Desa Kubang Utara Sikabu, Kecamatan Lembah Segar. Koordinator BKM Nurul Ikhlas, Nofrizal di Sawahlunto, Sabtu, mengatakan, kegiatan usaha ini dimulai oleh 3 Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) binaannya. KSM Lubuk Nago, KSM Batu Dindiang dan KSM Lubuak Cimoteh, jelas dia, sejak bulan Mei 2014 silam mulai memelihara sebanyak 150 ekor ayam petelur yang dananya berasal dari swadaya masing-masing KSM tersebut. "Lalu pada akhir 2014, masing-masing KSM mendapatkan pinjaman dana bergulir dari program Bantuan Langsung Masyarakat PNPM Mandiri-Perkotaan sebesar Rp19 juta per KSM," kata dia. Dana pinjaman bergulir tersebut, lanjutnya, digunakan untuk membeli ayam petelur sebanyak 650 ekor lagi, karena kapasitas kandang yang ada mampu menampung sebanyak 6.000 ekor. "Ke depan secara bertahap kami mencoba memenuhi kebutuhan bibit dan pakan sesuai dengan kapasitas kandang yang ada," ujar dia. Terkait hasil produksi awal, dia mengatakan total jumlah produksi telur dari 150 ekor saat ini sudah mencapai kisaran 140 butir perhari, atau mencapai besaran di atas 75 persen dari total jumlah ayam petelur yang ada. Hasil produksi tersebut, lanjut dia, sudah bisa memenuhi kebutuhan telur warga sekitar lokasi kandangnya. "Dengan kata lain potensi pasar yang tersedia masih luas dan belum terpenuhi, bahkan menurut kajian awal kami kapasitas kandang yang mencapai 6.000 ekor itu diperkirakan hanya bisa mengisi setengah dari total kebutuhan telur di Sawahlunto," kata dia. Sementara itu, Koordinator Kota II PNPM Mandiri Perkotaan untuk wilayah Kota Sawahlunto, Elendra di Sawahlunto menjelaskan, kegiatan usaha yang dilakukan oleh BKM Nurul Ikhlas itu adalah bentuk sinergisitas antara program Penataan Lingkungan Pemukiman Berbasis Komunitas (PLPBK) dengan masyarakat. "PLPBK menyediakan sarana dan prasarana pendukung usaha ini, antara lain, pembangunan kandang untuk kapasitas 6.000 ekor lengkap dengan bangunan kantor dan bak penampungan air," jelas dia. Sementara untuk permodalannya, lanjutnya, dikucurkan melalui dana pinjaman bergulir setelah usaha itu berjalan dengan modal awal dari KSM itu sendiri, jelasnya. Dia mengatakan, kapasitas kandang yang disediakan memang sengaja dibuat cukup besar dan sesuai standar, hal ini dimaksudkan agar kandang yang ada juga bisa menampung kegiatan KSM lainnya di bawah BKM Nurul Ikhlas, apabila mereka juga berminat untuk berinvestasi di bidang usaha tersebut. "Tak hanya KSM, BKM Nurul Ikhlas juga diperbolehkan menjalin kerja sama investasi dengan pihak lain, mengenai teknisnya diserahkan ke pihak BKM sendiri bentuknya seperti apa,"kata dia.(**/cpw7)



Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026