Logo Header Antaranews Sumbar

KSPA Sumbar Prihatin Gencarnya Iklan Susu Formula

Selasa, 27 Januari 2015 13:16 WIB
Image Print

Padang, (Antara) - Komunitas Sumatera Barat Peduli Asi (KPSA) prihatin atas gencarnya iklan susu formula di berbagai media massa yang dikhawatirkan akan merusak cara pandang masyarakat terhadap pemberian air susu ibu (ASI) ekslusif. "Iklan susu formula dikemas semenarik mungkin sehingga muncul pandangan jika diberikan kepada bayi maka akan terpenuhi semua nutrisi yang dibutuhkan dan anak menjadi cerdas," kata relawan KSPA Ria Oktorina di Padang, Sumatera Barat (Sumbar), Selasa. Ia mengatakan KSPA tidak memusuhi susu formula namun realitas yang ada di masyarakat pemahaman dan kesadaran terhadap pemberian ASI ekslusif kepada bayi masih rendah. "Jika iklan susu formula demikian masif maka akan semakin membuat pemberian ASI ekslusif kepada bayi menjadi semakin berkurang," kata dia. Ia menjelaskan ASI ekslusif adalah hak bayi dan ibu menyusui yang diberikan pada usia 0-6 bulan tanpa dicampur dengan makanan pendamping apa pun. Ria menyebutkan berdasarkan informasi yang dihimpun, saat ini jumlah bayi yang memperoleh ASI ekslusif di Indonesia baru 26 persen. "Padahal berdasarkan target Program Millenium Development Goals minimal 85 persen bayi di Tanah Air pada tahun 2015 harus mendapatkan ASI ekslusif," ujarnya. Sementara itu, Konselor ASI KSPA Sumbar Maharani Putri menjelaskan ASI ekslusif memiliki banyak manfaat dibandingkan susu formula. Pertama, mengandung antibodi yang akan meningkatkan kekebalan tubuh bayi serta mengandung nutrisi yang sangat lengkap untuk bayi satu sampai enam bulan, kata dia yang juga merupakan salah seorang tenaga kesehatan. Selain itu, ASI juga menurunkan resiko penyakit jantung, diabetes dan penyakit degeneratif lainnya, lanjut dia. Tidak hanya itu, ia mengatakan pemberian ASI ekslusif juga akan mendekatkan hubungan ibu dan anak serta jauh lebih ekonomis dibandingkan susu formula. Ia menambahkan ke depan KSPA akan terus menyosialisasikan manfaat dan pentingnya ASI ekslusif sebagai upaya menyelamatkan generasi. (*/sun)



Pewarta:
Editor: Inter
COPYRIGHT © ANTARA 2026