
Barantan Musnahkan Bahan Asal Hewan Rp8,26 Miliar

Jakarta, (Antara) - Badan Karantina Pertanian Kementerian Pertanian selama 2014 memusnahkan bahan asal hewan yang masuk ke Indonesia tanpa memenuhi persyaratan karantina senilai Rp8,26 miliar. Kepala Barantan Banun Harpini di Jakarta, Selasa mengatakan bahan asal hewan yang merupakan media pembawa Hama Penyakit Hewan Karantina (HPHK) dan Organisme Penggangu Tumbuhan Karantina (OPTK) tersebut berupa daging sapi, ayam, kerbau, celeng, sosis, dan komoditas lainnya . "Secara umum pelaksanaan pemusnahan banyak dilakukan di wilayah-wilayah yang sangat rawan seperti di Dumai, Tanjung Balai Karimuan, Batam, Belawan serta di daerah penyeberangan Bakauheni Lampung dan Cilegon Banten," katanya saat memaparkan kinerja Badan Karantina Pertanian 2014. Dari hasil kegiatan tersebut, menurut dia, ditengarai masih banyak yang merembes ke pasar Jakarta dan sekitarnya, hal itu disebabkan karena terdapat sekitar 200 an pelabuhan-pelabuhan kecil yang belum terpantau secara optimal baik oleh petugas karantina maupun aparat keamanan. Selain bahan asal hewan, komoditas lain yang merupakan media pembawa HPHK dan OPTK yang dimusnahkan Barantan selama tahun ini berupa buah dan sayuran segar antara lain bawang putih, bawang merah dan bawang bombay dengan nilai ekonomi sebesar Rp404,5 juta. Sementara itu terkait tindakan penahan terhadap tumbuhan dan hewan media pembawa HPHK dan OPTK yang telah dilakukan Barantan selama 2014, Banun Harpini menyatakan, sebanyak 1.106 kali, penolakan 770 kali dan pemusnahan 1.162 kali. Pada kesempatan itu Kabarantan juga mengungkapkan selama 2014 pihaknya berhasil mencegah masuk sejumlah komoditas pertanian impor yang dinilai mengandung HPHK dan OPTK yakni sapi asal Australia yang terkena penyakit brucellosis, benih sayuran asal Tiongkok (pesudomonas syringae pv syringae), benih padi dari Tiongkok (burkholderia glumae). Kemudian bawang bombay asal Belanda yang terkena penyakit pseudomonas viridiflava, biji gandum dari India (titelia indica), biji gandum dari India (T.Leavis), benih padi dari Jepang (pyricularia oryzae). Selain itu jagung dari Thailand mengandung penyakit pantoea stewartii, benih ketimun dari India (pantoea stewartii), dan bibit bunga lilium dari Belanda (SLRV) serta cabai keriting dari India mengandung cadmium melebihi batas ambang toleransi yang diperbolehkan. (*/jno)
Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
