
Dishut Buat Posko Pengawasan Hutan pada 2015

Simpang Ampek, (Antara) - Dinas Kehutanan (Dishut) Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat (Sumbar), pada 2015 membuat posko pengawasan hutan pada sejumlah daerah yang rawan pembalakan liar. "Pembalakan di Pasaman Barat cukup tinggi dan selalu lolos dari kejaran petugas. Pada 2015 nanti kami akan buat posko pengawasan," kata Kepala Dishut Pasaman Barat, Syahnan di Simpang Ampek, Kamis. Ia mengatakan pihaknya sudah mulai memetakan daerah yang nantinya akan dibuatkan posko pengawasan. Seperti di perbatasan seperti di Sinuruik berbatasan dengan Kecamatan Duakoto, Pasaman, di Batahan berbatasan dengan Gambir, Mandailing Natal dan di Kinali berbatasan dengan Pasaman dan Agam. "Kami mengharapkan peran serta semua pihak dan rangka memberantas pembalakan liar. Jika terbukti maka kami akan proses secara hukum," tegasnya. Pihaknya saat ini juga telah membuat plang peringatan di daerah-daerah rawan pembalakan liar. Ia menjelaskan daerah yang telah terpasang papan peringatan adalah di Giri Maju Kecataman Luhan Nan Duo, Ladang Rimbo dan Pinagar Kecamatan Pasaman. Selanjutnya di jalan Pelabuhan Teluk Tapang Air Bangis, Pengambiran Kecamatan Parit, Kajai Kecamatan Talamau dan Kecamatan Ranah Batahan. "Di daerah itu sudah kami pasang papan pengumuman dan jika tidak diacuhkan dan masih terjadi pembalakan maka akan ditindak tegas secara hukum," sebutnya. Ia menjelaskan pembalakan liar di Pasaman Barat cukup banyak dan sudah sering tertangkap. Namun, pembalakan terus terjadi dimana-mana. "Kami kedepannya akan menangkap cukong besarnya lagi karena selama ini baru pekerja saja yang tertangkap. Dalam satu minggu ini saja sudah lima becak kita amankan," ujarnya. Ia mengajak masyarakat membantu petugas dalam upaya menekan pembalakan liar yang terjadi di Pasaman Barat. "Peran serta masyarakat sangat kami harapkan sehingga hutan Pasaman Barat lestari dan terhindar dari bencana alam akibat hutan rusak," katanya. (*/alt/jno)
Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
