Logo Header Antaranews Sumbar

Menaker Dorong Mahasiswa Aktif Awasi Pemerintahan

Sabtu, 29 November 2014 16:05 WIB
Image Print

Medan, (Antara) - Menteri Ketenagakerjaan Muh Hanif Dhakiri mendorong mahasiswa untuk aktif mengawasi pemerintahan, namun mengingatkan jika aspirasi harus disampaikan dengan tepat dan tidak anarkis. "Pemerintahan perlu dikawal. Kita terbuka. Kalau kami salah, silahkan dikritik," kata Menaker ketika memberikan orasi ilmiah memperingati Dies Natalis ke-34 FISIP Universitas Sumatera Utara (USU) di kampus USU, Medan, Sabtu. Dalam orasinya yang bertema "Mewujudkan Pemerintahan Indonesia yang Baru, Pemerintahan yang Berintegritas", Menaker memaparkan mengenai visi dan misi pasangan Presiden dan Wakil Presiden Joko Widodo dan Jusuf Kalla. "Visi-misi Jokowi-JK adalah pemerintahan akan efektif jika punya kredibilitas, yang timbul jika memiliki integritas," ujarnya. Uniknya, meski telah menyiapkan bahan orasi ilmiah, Hanif memilih untuk tidak membacakannya dan menceritakan mengenai upaya pencapaian pemerintahan yang berintegritas tersebut dalam bahasa yang mudah dicerna dan banyak menyampaikan contoh. Salah satunya adalah pembangunan integritas dilakukan dengan sebaik mungkin menutup celah korupsi di kementerian yang dipimpinnya. "Di Kemnaker, saya langsung buat surat edaran, melarang staf untuk memberikan kemudahan atau fasilitas bagi orang-orang yang mengaku atau teman saya," ungkapnya. Salah satu terobosan lain adalah dengan penerapan "e-government" yang ekstensif diseluruh instansi yang mengurangi pertemuan dengan pemangku kepentingan. "Sistem e-government ini akan mengurangi tatap muka, karena semakin banyak tatap muka, semakin banyak kemungkinan korupsi," ucapnya. Namun, selain membangun sistem yang baik, penerapannya di lapangan juga butuh pengawasan untuk memastikan sistem tersebut diterapkan dengan benar. "Blusukan itu untuk memastikan sistem itu berjalan. Harus dipastikan sistemnya bekerja dengan baik di lapangan atau adakah bolong-bolongnya untuk diperbaiki," tutur Menaker. Tanpa adanya "blusukan", Hanif menyebut tidak bisa memastikan sistem telah diterapkan dengan sesuai di lapangan. "Mengontrol sistem berjalan sama pentingnya dengan membangun sistem. Blusukan adalah salah satu cara untuk memastikan sistem berjalan dengan baik," tukasnya. Kedatangan Menaker ke kampus USU sempat disambut dengan demo yang dilakukan segelintir mahasiswa di depan gerbang. Usai memberikan orasi, Hanif mendatangi para demonstran yang mempertanyakan mengenai kebijakan kenaikan harga BBM tersebut, dan mengajak berdialog serta menyatakan akan mempertimbangkan tuntutan para mahasiswa. (*/sun)



Pewarta:
Editor: Inter
COPYRIGHT © ANTARA 2026