Logo Header Antaranews Sumbar

Basrief Arief: Jangan Ada Dikotomi Jaksa Agung

Senin, 17 November 2014 17:52 WIB
Image Print

Jakarta, (Antara) - Mantan Jaksa Agung Basrief Arief meminta agar tidak ada dikotomi antara calon jaksa agung dari internal Kejaksaan maupun pihak dari luar. "Saya tentu berharap lebih baik dari saya, tapi tentu jangan didikotomikan intenal eksternal, karena saya kan dari internal dan melakukan tugasnya seperti itu, mungkin itu yang lebih baik," kata Basrief, seusai menyerahkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) di gedung KPK Jakarta, Senin. Menurut Basrief, saat ini yang terpenting adalah Presiden Joko Widodo memilih orang terbaik. "Bagi saya enggak ada masalah, semua itu yang terbaiklah, untuk negeri ini kita cari yang terbaik supaya negeri ini cepat sejahtera, rakyatnya bisa sejahtera," tambah Basrief. Ia meyakini bahwa jaksa internal pun profesional. "Tapi sudah banyak yang memberikan komentar terhadap figur yang seperti apa, saya jangan menambah kekeruhan lagi biar kasih kesempatan ini merupakan prerogatif dari presiden," ungkap Basrief. Presiden Joko Widodo sampai saat ini belum menentukan nama Jaksa Agung pengganti Basrief, sehingga Wakil Jaksa Agung Andhi Nirwanto ditetapkan sebagai Pelaksana Tugas Jaksa Agung untuk mengisi kekosongan posisi yang ditinggalkan Basrief. Menurut Sekretaris Andi Widjajanto, setidaknya ada lima calon Jaksa Agung yang dipertimbangkan oleh Presiden Jokowi yaitu Deputi Unit Kerja Presiden Bidang Pengawasan dan Pengendalian Pembangunan (UKP4) Mas Achmad Santosa, Kepala Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) Muhammad Yusuf, mantan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkum HAM) Hamid Awaluddin, Wakil Jaksa Agung Andhi Nir wanto dan Jaksa Agung Muda Pidana Khusus (Jampidsus) Widyo Pramono. (*/jno)



Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026